Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Dengar Baik-baik Suara Ayam Berkokok Di Awal Video Ini.

Dengar Baik-baik Suara Ayam Berkokok Di Awal Video Ini. video oleh Anita Yuliani
00:15
Terdengar seperti pagi yang sangat damai di pedesaan, bukan? Banyak orang bilang berkebun adalah cara terbaik untuk menenangkan pikiran dan lari dari hiruk-pikuk dunia. Itulah alasan utamaku menyulap sepetak tanah kosong ini menjadi kebun kecil. Aku menyusun deretan tiang bambu dengan rapi, menanam bibit-bibit hijau ini, dan berharap bisa melihat mereka tumbuh dengan wajar. Jika kalian melihat hamparan dedaunan hijau yang merambat naik di tiang-tiang ini, semuanya tampak seperti hasil panen yang menjanjikan, kan? Tapi, di balik visual yang menenangkan ini, ada satu rahasia ganjil yang membuatku merinding setiap kali harus melangkahkan kaki ke halaman belakang. Perhatikan baik-baik cara tanaman ini tumbuh melilit batang bambu. Mereka merambat terlalu cepat. Tidak masuk akal. Kemarin sore, pucuk-pucuk daun ini baru mencapai setengah dari tinggi tiang. Namun pagi ini, saat aku iseng merekam pemandangan ini, lilitannya sudah hampir mencapai ujung atas. Bukan cuma itu. Coba kalian perhatikan tanah gelap di bawahnya. Tanah itu terlihat sangat basah dan gembur, kan? Faktanya: sudah lima hari berturut-turut cuaca sangat terik, tidak ada hujan sama sekali, dan aku sengaja berhenti menyiram kebun ini sejak tiga hari yang lalu karena merasa ada yang tidak beres. Lalu, dari mana datangnya air yang terus melembapkan tanah itu? Puncak dari semua kegilaan ini terjadi tepat setelah aku menekan tombol 'berhenti merekam' pada video ini. Mata kalian mungkin menyadari ada satu atau dua tiang bambu yang posisinya agak miring di bagian tengah. Niat awalku, aku ingin mencabut satu tiang yang paling miring untuk membenarkan posisinya. Aku menggenggam bambu itu dan menariknya ke atas. Butuh tenaga ekstra karena ternyata bambu itu tertancap sangat dalam. Ketika bambu itu akhirnya terlepas dari tanah dengan suara 'slop' yang basah... napasku seketika tercekat. Di ujung bawah bambu yang tercabut itu, tidak ada kotoran atau sisa akar. Ujung bambu itu dibalut oleh secarik kain putih yang sudah kusam dan bernoda kecokelatan. Dan ketika aku melongok ke dalam lubang tanah bekas bambu tersebut, aku tidak melihat cacing atau batuan. Di dasar lubang gelap itu, ada sebuah cermin kecil yang terkubur menghadap ke atas. Hal yang membuat lututku lemas hingga nyaris pingsan adalah: saat aku menunduk menatap lubang itu, pantulan yang kulihat di cermin kecil tersebut... bukanlah wajahku. Melainkan wajah seorang wanita pucat yang sedang menatap lurus ke arahku dengan senyum yang sangat lebar, padahal saat itu aku sedang gemetar ketakutan. Aku langsung mundur dan berlari masuk ke dalam rumah. Sekarang, aku membagikan video ini di sini karena aku butuh bantuan kalian. Tolong tonton video ini sampai akhir, terutama di detik-detik terakhir saat kamera bergeser menyorot ke arah deretan pot dari barang bekas di sudut kanan. Tolong beri tahu aku di kolom komentar... apakah kalian melihat sesuatu berdiri di sela-sela pot itu? Karena sejujurnya, aku tidak tahu apakah aku yang mulai gila, atau kebun ini memang menumbuhkan sesuatu yang tidak berasal dari dunia ini.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.