Nego gaji sebaiknya tidak dimulai dengan asal menyebut angka setinggi mungkin. Sebelum wawancara, cari tahu terlebih dahulu kisaran gaji untuk posisi tersebut berdasarkan pengalaman, kemampuan, lokasi kerja, dan tanggung jawabnya. Dengan begitu, angka yang kamu sampaikan punya alasan yang jelas dan tidak terlihat sekadar ingin mendapatkan gaji tinggi.
Saat ditanya mengenai ekspektasi gaji, kamu bisa memberikan rentang daripada satu angka mutlak. Tentukan batas bawah yang masih masuk akal dan angka ideal yang ingin kamu dapatkan. Jangan lupa mempertimbangkan seluruh paket kompensasi, seperti bonus, tunjangan, asuransi, uang transportasi, cuti, dan fasilitas lainnya.
Kemampuan dan pengalaman juga menjadi modal penting dalam negosiasi. Kalau kamu memiliki keahlian yang relevan, pengalaman menangani proyek, pencapaian terukur, atau sertifikasi tertentu, sampaikan secara singkat. Perusahaan akan lebih mudah mempertimbangkan permintaan gaji jika kamu bisa menunjukkan nilai yang dapat diberikan kepada mereka.
Hindari langsung menerima penawaran pertama tanpa memahami apakah masih ada ruang negosiasi. Kamu bisa merespons dengan sopan dan menanyakan apakah kompensasi tersebut masih dapat didiskusikan. Negosiasi tidak harus dilakukan dengan nada menuntut karena tujuannya adalah mencari angka yang masuk akal bagi kedua pihak.
Yang paling penting, jangan melebih-lebihkan pengalaman atau kemampuan hanya demi mendapatkan gaji tinggi. Penawaran terbaik bukan selalu angka paling besar, tetapi paket pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, tanggung jawab, peluang berkembang, dan kondisi perusahaan. Negosiasi yang baik justru menunjukkan bahwa kamu memahami nilai profesionalmu dan mampu berkomunikasi dengan jelas.