Kasus itu terungkap setelah korban tidak masuk sekolah selama hampir dua pekan. Ibu angkat korban yang curiga kemudian membawanya ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan indikasi luka yang mengarah kesana (anus). Korban kemudian memberikan keterangan mengenai peristiwa yang diduga telah berlangsung sejak Mei 2026.
Kabar tersebut memicu kemarahan warga yang mendatangi dan mengepung rumah pasangan itu pada Rabu malam, (22/7/2026). Massa menuntut aparat segera memproses keduanya dan mencegah munculnya korban lain. Situasi sempat memanas sehingga polisi mengevakuasi pasangan tersebut untuk menghindari tindakan main hakim sendiri. Warga juga mendatangi Mapolres Tanjungbalai untuk mendesak penanganan kasus dilakukan secara terbuka dan tuntas.