Aku Dibilang Istri Tak Tahu Diri, Karena Nolak Nyerahin Semua Gajiku Sama Suami.
Padahal Selama Ini, Aku Yang Memenuhi Kewajiban Rumah Tangga, Hingga Biaya Hidup Ibunya Pun Kutanggung. Kuberikan pelajaran dengan cara berhenti membantu keuangan keluarga. Bisa apa kamu tanpa uangku, Mas?
“Mulai bulan depan, ga ji mu kasih semuanya ke aku!”
Alina yang sedang menata piring di meja makan langsung menghentikan tangannya.
“Kenapa?”
Bima menatap istrinya dengan wajah tanpa rasa bersalah.
“Karena aku suamimu. U a ng yang kamu dapat dari pekerjaanmu itu seharusnya aku yang pegang.”
Alina menarik napas panjang.
“Selama ini u a ngku juga dipakai untuk kebutuhan rumah, Mas.”
“Terus?”
“Terus apa?”
“Jangan merasa karena kamu ikut menghasilkan u a ng, kamu jadi punya hak mengatur semuanya.”
Alina menatap suaminya tidak percaya.
Lima tahun menikah, baru kali ini bima berbicara seolah-olah semua yang dia lakukan tidak pernah ada artinya.
“Mas masih ingat waktu Mas kehilangan pekerjaan dulu?”
“Kenapa membahas itu?”
“Siapa yang membayar cicilan mobilmu?”
Bima diam.
“Siapa yang membayar tagihan kerugian penjualan itu,? Dan Belanja? Bahkan u a ng untuk berobat Ibu waktu itu?”
“Ya kamu. Tapi itu kan kewajiban istri.”
Alina tertawa kecil.
Bukan karena lucu.
Melainkan karena hatinya mulai benar-benar lelah.
“Jadi selama ini semua yang aku lakukan adalah kewajibanku?”
Bima mendengus.
“Memangnya bukan?”
Alina mengangguk pelan.
“Baik.”
Bima mengernyit.
“Baik apanya?”
“Mulai sekarang aku akan menjalankan kewajibanku sebagai istri.”
Bima tersenyum puas.
“Nah, begitu dong. Jangan melawan suami.”
Alina menatapnya beberapa detik.
“Tapi aku tidak pernah bilang akan menjalankan kewajibanmu juga.”
Senyum Bima langsung hilang.
“Maksudmu?”
“Cicilan mobil Mas, utang Mas kepada teman-teman Mas, biaya nongkrong Mas, dan u a ng yang setiap bulan Mas berikan kepada keluargamu.”
Alina meletakkan piring terakhir di meja.
“Mulai sekarang, itu bukan tanggung jawabku.”
BimA langsung berdiri.
“Kamu berani me ngan cam aku?”
“Aku tidak menga n cam.”
“Lalu?”
“Aku capek sampe kapan kamu tidak punya rasa malu.”
Wajah bima memerah.
“Kamu berubah, alina banyak ngeyel sekarang!”
“Bukan aku yang berubah.”
Alina menatap mata suaminya.
“Aku Ga akan. berhenti membiarkan Mas seenaknya.”
Bima hendak membalas, tetapi suara ibunya terdengar dari ruang depan.
"Bimaaaa....!”
Bu Mira masuk dengan wajah kesal.
“Ada apa sampai suamimu kamu lawan seperti itu?”
Alina terdiam.
Bima langsung mengadu.
“Ibu, alina sekarang merasa karena dia punya penghasilan, dia bisa melakukan apa saja.”
Bu Mira menatap alina dari atas sampai bawah.
“Sejak kapan kamu jadi istri yang tidak tahu diri?”
Alina mengepalkan tangannya.
Dulu, mungkin dia akan menangis.
Dulu, dia akan meminta maaf meskipun tidak bersalah.
Tetapi kali ini berbeda.
Alina justru tersenyum.
“Kalau menurut Ibu saya tidak tahu diri karena tidak mau lagi diperlakukan seenaknya, mungkin memang saya harus menjadi istri yang tidak tahu diri.”
Bu Mira terbelalak.
Bima menatap istrinya dengan marah.
“Kamu menantang kami?”
Alina mengambil tasnya dari kursi.
“Tidak.”
Ia berjalan menuju pintu.
“Aku hanya mau pergi bekerja.”
Bima mencibir.
“Silakan. Tapi ingat, malam ini kamu harus memberikan seluruh ga jimu kepadaku.”
Bima mendekat dan membentak.
"Jawab iya atau tidak...! "
Next lanjut kbm app
Judul Melepas suami tak tahu diri
Penulis syafiratul
Selengkapnya kbm app