Kalau membayangkan sebuah pulau, mungkin banyak orang mengira bentuknya akan selalu sama. Padahal, pulau vulkanik bisa terus berubah akibat aktivitas gunung berapi, gelombang laut, erosi, dan longsoran.
Surtsey di lepas pantai Islandia adalah salah satu contohnya. Pulau ini mulai terbentuk pada 1963 akibat letusan gunung berapi bawah laut dan aktivitas erupsinya berlangsung hingga 1967.
Setelah letusan berhenti, bentuk pulau tetap mengalami perubahan. Gelombang laut mengikis material yang lebih lunak, sementara batuan vulkanik yang lebih kuat membuat sebagian wilayah tetap bertahan.
Yang menarik, Surtsey juga menjadi tempat bagi para ilmuwan untuk mengamati bagaimana kehidupan mulai muncul di daratan yang sebelumnya benar-benar baru. Tumbuhan dan organisme lain secara perlahan mulai menempati pulau tersebut.
Jadi, sebuah pulau ternyata bukan sesuatu yang selalu statis. Dalam kondisi tertentu, bentuk daratan bisa berubah karena proses alam yang terus berlangsung.