Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Yang Pulang Hanya Kenangan
Ada rindu yang tidak meminta temu.
Ia hanya ingin dikenang sebentar,
seperti halaman lama yang sengaja dibuka
meski tahu debunya akan membuat dada sesak.
Barangkali, yang paling sulit dari kehilangan bukan tentang siapa yang pergi,
melainkan tentang segala yang ikut berubah
setelahnya.
Tawa yang dahulu begitu mudah ditemukan,
percakapan yang tidak perlu dicari alasannya,
dan diri sendiri yang pernah begitu ringan menjalani hari.
Kini semuanya seperti alamat yang masih hafal jalannya,
tetapi tidak lagi tahu apakah pintunya akan terbuka.
Aku rindu.
Bukan sekadar kepada mereka,
melainkan kepada waktu yang pernah membuat kami merasa bahwa bahagia adalah perkara sederhana.
Aku rindu menjadi aku
yang tidak banyak bertanya kepada keadaan,
yang tidak sibuk menghitung berapa banyak hal yang harus dilepaskan agar tetap mampu bertahan.
Lucunya, waktu tidak pernah benar-benar membawa kita pergi.
Ia hanya mengajarkan cara baru untuk hidup bersama sesuatu yang tidak bisa dikembalikan.
Maka jika suatu hari aku terlihat menatap jauh lebih lama dari biasanya,
barangkali aku sedang mengunjungi masa lalu tanpa benar-benar pergi ke sana.
Sebab ada beberapa tempat yang tidak lagi bisa kita datangi,
tetapi selalu punya jalan untuk pulang ke dalam ingatan.
Dan mungkin,
begitulah rindu seharusnya:
bukan meminta masa lalu kembali,
melainkan berterima kasih karena pernah menjadi bagian dari sesuatu yang begitu indah
hingga kehilangannya pun masih terasa seperti rumah.