Aulia
2 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Waktu Di Mana Dunia Terasa Sangat Luas Dan Tanpa Beban

Waktu Di Mana Dunia Terasa Sangat Luas Dan Tanpa Beban gambar oleh Aulia
Kalau dipikir-pikir sekarang, masa-masa waktu masih jadi bocil dulu benar-benar fase hidup yang paling ajaib. Waktu itu, isi kepala kita cuma berputar seputar kapan azan Magrib bunyi supaya bisa segera pulang ke rumah, main apa lagi besok sore sama teman sekomplek, atau bagaimana cara ngabisin uang jajanan seribu perak biar dapat jajanan paling banyak di warung dekat rumah. Dunia terasa begitu luas dan penuh misteri yang menyenangkan untuk dipecahkan. Genangan air hujan sepulang sekolah bisa berubah jadi lautan luas buat kapal-kapalan dari kertas origami. Ranting pohon mangga di pinggir jalan mendadak jadi pedang sakti di dunia khayalan. Capek, keringetan sampai baju basah kuyup karena lari-larian kejar-kejaran di lapangan bolong, sama sekali nggak ada artinya dibanding keseruan main sore itu. Lucunya lagi, beban paling berat waktu jadi anak kecil dulu palingan cuma PR matematika yang belum kelar, atau takut dimarahin Ibu gara-gara main hujan sampai badan demam. Nggak ada tuh pusing mikirin cicilan, deadline kantor, atau kenapa hidup terasa ribet banget seperti sekarang. Kalau lagi bete sama teman, paling cuma ngambek sebentar, nggak ngomong lima menit, eh habis itu baikan lagi dan main bareng seolah nggak terjadi apa-apa. Sekarang, kalau kebetulan lewat gang-gang perumahan pas jam anak-anak pulang ngaji atau lagi asyik main sepeda, senyum-senyum sendiri rasanya. Kelihatan banget dari mata mereka binar kepolosan yang tulus, tanpa ada beban pikiran dewasa yang menempel. Kadang-kadang ada rasa rindu yang tiba-tiba mencuat di dada—rindu jadi anak kecil yang bisa ketawa ngakak tanpa jaim, tidur nyenyak tanpa terbangun tengah malam mikirin masa depan, dan percaya kalau semua mimpi itu gampang banget buat digapai. Masa "bocil" memang sudah lewat jauh dan tinggal kenangan yang mengendap di kepala. Tapi setidaknya, kenangan-kenangan kecil itu jadi tempat pelarian paling hangat saat dunia orang dewasa lagi terasa melelahkan.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

2 Komentar