Frandkyy
9 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

# Surat Yang Tak Pernah Sampai

# Surat Yang Tak Pernah Sampai gambar oleh Frandkyy
### Bagian 2 — Surat yang Berbeda Tiga hari setelah menemukan kotak kayu itu, Arka masih belum sanggup membuang satu pun surat milik ibunya. Ia menyimpannya di atas meja. Setiap malam, setelah pulang kerja, Arka membaca kembali surat-surat itu. Bukan karena ia belum pernah membacanya. Tetapi karena setiap kali membacanya, ia selalu menemukan sesuatu yang berbeda. Malam itu, ketika hujan kembali turun, Arka membuka kotak kayu untuk terakhir kalinya. Ia yakin semua surat sudah dibaca. Namun di bagian paling bawah kotak, ia menemukan sebuah amplop berwarna putih. Tidak seperti surat lainnya. Tidak ada namanya. Tidak ada tanggal. Hanya satu kalimat kecil di bagian depan: **“Jangan berikan surat ini kepada Arka.”** Arka terdiam. Tangannya perlahan meletakkan amplop itu kembali. Ia tahu seharusnya ia tidak membukanya. Tapi rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Dengan hati-hati, ia membuka amplop tersebut. Di dalamnya hanya ada satu lembar kertas. Tulisan ibunya. > “Aku tahu suatu hari Arka akan menemukan surat ini.” Arka membaca perlahan. > “Kalau kamu sedang membaca ini, berarti aku sudah tidak bisa menjelaskan semuanya secara langsung.” Jantung Arka berdegup lebih cepat. > “Selama ini kamu mungkin berpikir Ibu meninggalkanmu karena Ibu tidak cukup mencintaimu.” Arka berhenti. Air matanya mulai jatuh. > “Tapi sebenarnya bukan itu alasannya.” Tangannya gemetar. Lalu ia membaca kalimat berikutnya. > “Ada sesuatu yang tidak pernah Ibu ceritakan kepada siapa pun.” Arka menahan napas. > “Ayahmu tidak pernah tahu bahwa sebelum Ibu pergi, Ibu sebenarnya sudah berusaha kembali kepadamu.” Arka mengerutkan kening. Ia membaca terus. > “Ibu datang ke sekolahmu tiga kali.” > “Pertama, saat kamu memenangkan lomba.” > “Kedua, saat kamu sakit.” > “Dan terakhir... pada hari ulang tahunmu yang ke-17.” Arka membeku. Hari ulang tahunnya. Ia masih mengingat hari itu. Ia menunggu ibunya menelepon. Tetapi telepon itu tidak pernah datang. Selama bertahun-tahun, Arka mengira ibunya sengaja melupakannya. Ternyata... ibunya ada di sana. Surat itu berlanjut. > “Ibu berdiri di seberang jalan.” > “Ibu melihat kamu keluar dari gerbang sekolah.” > “Kamu sedang tertawa bersama teman-temanmu.” > “Ibu ingin memanggilmu.” > “Tapi Ibu melihat Ayahmu datang menjemput.” Arka berhenti membaca. Untuk pertama kalinya, sebuah pertanyaan muncul di kepalanya. **Kenapa?** Kenapa ayahnya tidak pernah mengatakan hal itu? Ia berlari menuju kamar ayahnya. “Ayah.” Ayahnya menoleh. “Kapan terakhir kali Ibu datang ke sekolahku?” Ayahnya diam. Terlalu lama. “Ayah... jawab.” Lelaki tua itu akhirnya menundukkan kepala. “Dari mana kamu tahu?” Arka menunjukkan surat tersebut. Ayahnya membaca beberapa baris. Wajahnya berubah. “Ayah tahu?” “Tidak semuanya.” “Lalu kenapa Ayah tidak pernah bilang?” Ayahnya menarik napas panjang. “Karena ibumu sendiri yang meminta Ayah merahasiakannya.” “Kenapa?” Ayahnya tidak menjawab. Ia hanya membuka sebuah laci tua. Dari dalamnya, ia mengambil sebuah foto. Foto seorang perempuan yang berdiri di seberang jalan. Arka mengambil foto itu. Ia mengenali wajah tersebut. Ibunya. Di belakang foto terdapat tulisan tangan: **“Hari terakhir aku melihat anakku.”** Arka menatap ayahnya. “Ayah... sebenarnya apa yang terjadi?” Ayahnya hanya berkata pelan, “Baca surat terakhirnya.” Arka membuka kembali kotak kayu itu. Namun kali ini... ia menemukan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Sebuah kunci kecil. Dan sebuah alamat. Alamat yang tidak pernah ia kenal. Di bawah alamat itu tertulis: **“Kalau kamu ingin tahu kenapa Ibu pergi, datanglah ke sini.”** Arka menggenggam kunci tersebut. Di luar, hujan semakin deras. Dan untuk pertama kalinya sejak ibunya pergi... Arka merasa bahwa mungkin selama ini, **ia tidak pernah benar-benar tahu alasan ibunya meninggalkannya.** **Bersambung...** #Cerpen #SuratYangTakPernahSampai #Bagian2 #CerpenFiksi #CeritaFiksi #CeritaSedih #CeritaMenyentuh #KisahFiksi #CeritaBersambung #StorytellingIndonesia #CerpenIndonesia #FiksiIndonesia #CeritaHati #PlotTwist #KisahKehidupan #TulisanIndonesia #PenulisPemula #BacaanIndonesia #KontenFiksi #Zoyalink
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

2 Komentar
.