Mrm
Mrm
1 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Sisa Sunyi

Sisa Sunyi gambar oleh Mrm
Malam ini, ruangan ini terasa jauh lebih luas dari biasanya. Bukan karena perabotannya yang berkurang, melainkan karena ruang di hatiku kini kosong—bukan hanya oleh kepergianmu, tetapi oleh kebodohanku sendiri. Dulu, riuh tawamu adalah suara yang paling kutunggu setiap kali senja menjelang. Sekarang, yang tersisa hanyalah dengung sunyi dari jam dinding yang berdetak lambat, seolah mengejek setiap detik waktu yang tak pernah bisa kuputar kembali. Kata-kata yang seharusnya kukatakan dengan jujur dulu, kini tertahan di kerongkongan, berubah menjadi debu penyesalan yang menyesakkan. Aku baru sadar, sunyi yang paling mematikan bukanlah keheningan malam, melainkan sunyi yang tercipta akibat ego yang enggan mengalah di masa lalu. Dan di antara sisa-sisa sunyi ini, aku hanya bisa duduk sendiri, merangkai kembali pecahan kenangan, sambil berbisik pada angin: maaf, yang datangnya selalu terlambat. Bagaimana menurut Anda? Apakah tulisan ini sudah sesuai dengan bayangan yang ada di kepala Anda, atau Anda ingin saya ubah bentuknya menjadi puisi atau babak cerita yang lebih panjang?
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

4 Komentar