Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Selama Ini Kita Mengenal Big Bang Sebagai Awal Dari Alam Semesta Yang Kita

Selama Ini Kita Mengenal Big Bang Sebagai Awal Dari Alam Semesta Yang Kita gambar oleh Astropedia Indonesia
tempati. Namun, bagaimana jika Big Bang ternyata bukan awal mutlak dari segala sesuatu? Salah satu gagasan dalam kosmologi yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut adalah kosmos siklis (cyclic universe). Dalam model kosmos siklis, alam semesta tidak hanya mengalami satu kali kelahiran. Alam semesta dapat melalui siklus berulang: mengembang, kemudian mengalami fase kontraksi, lalu melalui suatu proses bounce dan memasuki fase ekspansi baru. Artinya, Big Bang yang kita kenal mungkin bukan peristiwa pertama dalam sejarah kosmos, melainkan awal dari siklus alam semesta kita. Salah satu model yang dikembangkan Paul Steinhardt dan Neil Turok menggambarkan rangkaian kosmik yang berlangsung berulang: alam semesta mengembang, kemudian dalam model tersebut memasuki fase kontraksi menuju big crunch, lalu bertransisi menuju fase ekspansi berikutnya. Jika model seperti ini benar, maka sebelum alam semesta kita ada, bisa saja sudah terdapat siklus kosmik sebelumnya. Dan setelah alam semesta kita berakhir, siklus berikutnya secara teori dapat dimulai kembali. Namun ada masalah besar. Kita belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi pada kondisi ekstrem ketika alam semesta berkontraksi dan mengalami “bounce”. Fisika yang kita miliki saat ini belum memberikan jawaban final tentang proses tersebut, dan mekanisme bounce dalam berbagai model masih menjadi persoalan penelitian. Ada pula versi lain, seperti Conformal Cyclic Cosmology (CCC) yang dikembangkan Roger Penrose. Dalam gagasan ini, alam semesta yang sangat tua dan sangat mengembang dapat secara matematis terhubung dengan kondisi awal dari “aeon” berikutnya. Jadi, bukan sekadar alam semesta mengembang lalu menyusut kembali seperti sebuah bola, melainkan struktur ruang-waktu antar-epoch yang berbeda dapat memiliki hubungan khusus. Jadi, apakah alam semesta kita benar-benar bukan yang pertama dan bukan yang terakhir? Belum diketahui. Kosmos siklis adalah salah satu kemungkinan dalam kosmologi modern yang menarik, tetapi belum menjadi fakta yang terbukti. Alam semesta kita mungkin saja merupakan satu-satunya siklus, atau mungkin merupakan bagian dari rangkaian kosmik yang jauh lebih panjang. Kalau kosmos siklis ternyata benar, maka Big Bang bukanlah awal dari seluruh cerita—melainkan mungkin hanya awal dari babak kita. Sumber: Paul Steinhardt & Neil Turok, Cosmic Evolution in a Cyclic Universe, Physical Review D. Roger Penrose, pembahasan Conformal Cyclic Cosmology. #Spacetronomi #Kosmos #AlamSemesta #CyclicUniverse #Kosmologi #BigBang
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.