Aulia
1 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Sederhana Yang Bikin Hati Plong

Sederhana Yang Bikin Hati Plong gambar oleh Aulia
Kita sering kali sibuk mengejar bahagia yang ukurannya terlalu jauh di depan. Harus punya ini dulu, harus bisa mencapai itu dulu, sampai akhirnya lupa kalau rasa senang itu sebenarnya sering ngintip dari hal-hal kecil di sekitar kita. Hari ini, saya mendadak sadar kalau bahagia itu ternyata bentuknya sesederhana perasaan lega yang muncul tanpa alasan yang ribet. Momennya sederhana banget. Cuma sore hari setelah hujan deras mereda, pas aroma tanah basah masih tercium kuat di udara. Saya duduk di teras sambil megang cangkir teh hangat yang uapnya masih mengepul tipis. Tak ada notifikasi pekerjaan yang mengganggu, tak ada pikiran yang sedang kejar-kejaran dengan tenggat waktu. Cuma ada suara sisa tetesan air hujan yang jatuh dari atap, beradu dengan angin sore yang berembus pelan menyentuh kulit. Di detik itu, ada rasa tenang yang tiba-tiba mengalir pelan di dalam dada. Rasanya seperti ada beban berat yang selama ini menumpuk di pundak mendadak diangkat begitu saja. Saya cuma senyum-senyum sendiri, menikmati tiap tegukan teh yang hangatnya menjalar sampai ke perut. Ternyata, tidak perlu menunggu momen besar atau pencapaian fantastis cuma buat merasa bersyukur dan bilang ke diri sendiri, "Wah, hari ini gue cukup bahagia." Bahagia versi hari ini tidak butuh biaya mahal atau validasi dari siapa pun. Ia hadir saat kita benar-benar ada di momen sekarang, berhenti sejenak dari riuhnya urusan dunia, dan bisa bernapas lega tanpa beban. Pada akhirnya, kebahagiaan yang paling menenangkan itu bukan saat kita berhasil memiliki segalanya, melainkan saat hati kita merasa cukup dengan apa yang sedang kita jalani dan nikmati detik ini juga.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar