Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Sebagai Orangtua Penyandang Disabilitas, Saya Melihat Asesmen Bukan Sekadar
proses untuk menentukan apakah anak saya “disabilitas atau tidak”. Bagi kami, asesmen diharapkan mampu memenuhi impian kami menjadi proses untuk memahami anak secara utuh: tentang siapa dirinya, apa kekuatannya, apa yang dapat dilakukannya, apa yang masih menjadi hambatan, dukungan apa yang dibutuhkannya, dan lingkungan seperti apa yang memungkinkan anak disabilitas akan berkembang dan mandiri. Kami memahami bahwa dokter memiliki kewenangan untuk melihat kondisi medis, psikolog dapat melihat aspek psikologis dan kognitif, terapis dapat melihat fungsi tertentu, pendidik dapat melihat kebutuhan belajar, dan pekerja sosial dapat melihat kondisi sosial serta lingkungan. Semua itu penting. Namun, anak kami tidak hidup dalam gambaran terpisah-pisah sebagai potongan-potongan yang disimpan oleh profesi tersebut. Anak kami adalah satu pribadi yang menjalani kehidupan sehari-hari di rumah, di sekolah, di masyarakat, dan kelak di dunia kerja. Karena hasil asesmen, yang di syaratkan dalam pembuatan KPD, saat ini lebih menekankan pada hasil pengamatan dari bidang medis, seolah menjadikan satu sudut pandang saja untuk membangun gambaran tentang anak. Bidang kesehatan. Maka, kami mengajukan keinginan kami, bahwa asesmen menjawab pertanyaan yang lebih penting