Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Rolasan Bagi Para Petani Di Sawah Adalah Tradisi Istirahat Dan Makan Siang

Rolasan Bagi Para Petani Di Sawah Adalah Tradisi Istirahat Dan Makan Siang gambar oleh Mhasim Wibawa Putra Utama
Rolasan atau makan siang bersama yang dilakukan di sekitar area persawahan, biasanya sekitar jam 12 siang. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu kata "rolas" yang berarti dua belas (12), merujuk pada waktu pelaksanaan istirahat tersebut saat matahari tepat berada di atas kepala. Berikut adalah beberapa makna dan esensi penting dari tradisi rolasan bagi para petani: 1. Istirahat Fisik dan Pemulihan Energi Menanam padi atau mencangkul sawah sejak pagi buta menguras banyak tenaga. Jam 12 siang menjadi penanda waktu yang adil bagi tubuh untuk: • Berhenti sejenak dari terik matahari. • Meluruskan kaki di gubuk (saung) atau di atas tikar bambu di pinggir sawah. • Mengisi energi kembali dengan menyantap bekal makanan. 2. Simbol Kebersamaan dan Solidaritas (Gotong Royong) Rolasan jarang dilakukan sendirian. Biasanya, para petani yang sedang menggarap sawah yang berdekatan atau para buruh tani yang bekerja bersama akan berkumpul. • Berbagi makanan: Masing-masing membuka bekal yang dibawa dari rumah, lalu saling berbagi lauk-pauk di atas daun pisang. • Mempererat hubungan: Momen ini diisi dengan obrolan santai, gurauan, hingga diskusi ringan seputar pertanian (seperti masalah hama atau air). 3. Menu Makanan Khas yang Sederhana tapi Nikmat Menu rolasan biasanya adalah masakan rumahan sederhana yang nikmat disantap di tengah angin sawah yang sepoi-sepoi. Beberapa menu ikonik rolasan antara lain: • Nasi hangat (sering kali nasi jagung atau nasi putih) yang dibungkus daun jati atau daun pisang. • Lauk pauk seperti tahu, tempe goreng, ikan asin, atau telur dadar. • Sayur ndeso seperti sayur lodeh, sayur asem, atau jangan lombok (sayur pedas). • Sambal korek atau sambal terasi lengkap dengan lalapan segar yang dipetik di sekitar sawah. Secara singkat, rolasan bukan sekadar makan siang biasa, melainkan sebuah kearifan lokal yang merayakan kebersamaan, rasa syukur, dan kehangatan hubungan antarpetani di tengah beratnya pekerjaan fisik mereka.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar