Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Ratusan Juta Hasil Kerja Di Malaysia, Rumah Dirobohkan Usai Rumah Tangga

Ratusan Juta Hasil Kerja Di Malaysia, Rumah Dirobohkan Usai Rumah Tangga gambar oleh Lala Malik
Berakhir PONOROGO — Sebuah rumah permanen senilai lebih dari Rp250 juta di Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dirobohkan menggunakan alat berat berupa ekskavator pada Minggu (18/10/2026). Bangunan berukuran 6 x 10 meter itu rata dengan tanah hanya dalam waktu sekitar dua jam, yaitu pukul 08.00 hingga 10.00 WIB . Rumah tersebut dibangun dari hasil kerja keras Sarji, atau akrab disapa Sar, seorang pekerja migran Indonesia yang merantau ke Malaysia sejak tahun 2022 demi menghidupi keluarga dan mewujudkan rumah impian bagi keluarganya . Bangunan itu mulai dibangun pada tahun 2023 di atas tanah milik keluarga istrinya, Puji Lestari, atau disapa Puj . Namun, impian memiliki rumah dan keluarga yang utuh harus berakhir. Konflik rumah tangga mencuat setelah terungkap dugaan adanya pihak ketiga, yaitu seorang pria duda yang merupakan tetangga mereka sendiri. Persoalan ini terungkap pada akhir Agustus 2026, ketika warga mengamankan pria tersebut yang diduga keluar dari rumah Puj pada pagi hari . Kasus kemudian dibawa ke tingkat lingkungan untuk dimediasi. Keduanya disebut mengakui hubungan tersebut. Kabar itu sampai ke telinga Sar yang kemudian pulang dari Malaysia. Ia memutuskan mengakhiri rumah tangga dan mengantarkan Puj kembali ke rumah orang tuanya . Dalam proses penyelesaian perceraian, Sar meminta ganti rugi sebesar Rp100 juta atas biaya pembangunan rumah yang berdiri di atas tanah keluarga istri. Namun, pihak istri tidak sanggup membayar, sehingga Sar mengambil keputusan untuk merobohkan bangunan tersebut . Pada Minggu pagi, alat berat mulai merobohkan rumah itu sekitar pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan warga menyaksikan dengan haru kejadian itu, sementara rekaman video proses perobohannya menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat . Kapolsek Jambon, AKP Sarwoto, membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa perobohan dilakukan setelah upaya damai tidak tercapai. Polisi juga telah memantau situasi di lokasi guna memastikan proses berjalan aman dan tertib . #semangatpagi #mk #zoyalink
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

4 Komentar