Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Perempuan Yang Menjahit Lukanya Sendiri*
Aku adalah perempuan yang belajar menjahit luka dengan benang sabar.
Orang-orang melihatku sebagai karang yang tak goyah diterjang ombak.
Padahal aku hanyalah perahu kecil yang tak punya pelabuhan, jadi harus belajar menenangkan badainya sendiri.
Pagi ku pakai topeng tegar, siang ku panggul beban yang tak terlihat,
Malam tiba, topeng itu retak. Air mata jatuh tanpa suara, seperti hujan di tengah hutan yang tak ada yang mendengar jatuhnya.
Aku pernah menjadi taman yang menunggu disiram. Menunggu tangan lain datang merawatku.
Hingga akhirnya aku sadar, aku harus menjadi hujan untuk diriku sendiri.
Jika kau juga perempuan yang berjalan sendirian di lorong sepi,
Ketahuilah, langkah kita mungkin pelan, tapi jejaknya dalam.
Kita bukan perempuan yang butuh dikasihani.
Kita adalah perempuan yang ditempa api, tapi memilih menjadi cahaya, bukan abu.
Sendiri, bukan berarti sepi.
Sendiri, artinya aku punya diriku seutuhnya.
#wanitategar #wanitakuat