Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Metode 50/30/20 Itu Paling Simple Buat Pemula. Mungkin Maksud Kamu 50,30,20 Ya?
Karena 50,39,20 Kalau Dijumlah Jadi 109%. Ini cara kerjanya: Intinya: Bagi gaji bersih kamu jadi 3 pos 1. 50% untuk KEBUTUHAN (Needs) Ini yang wajib kamu bayar biar bisa hidup. Contoh: sewa rumah/kos, makan sehari-hari, transport, listrik/air/internet, BPJS, cicilan wajib, susu anak. 2. 30% untuk KEINGINAN (Wants) Ini yang bikin hidup enak, tapi kalau nggak ada pun nggak mati. Contoh: nongkrong cafe, Netflix/ Spotify, Shopee checkout baju, makan sushi, liburan, upgrade HP. 3. 20% untuk TABUNGAN & INVESTASI (Savings) Bayar untuk masa depan kamu dulu. Contoh: dana darurat, tabungan haji/nikah/rumah, investasi reksadana/emas, bayar utang lebih cepat. Tips Biar Berhasil Nabungnya: 1. Otomatiskan di awal gajian Jangan nabung sisa. Pas gajian masuk, langsung auto-transfer 20% ke rekening tabungan yang beda. Anggap aja gaji kamu cuma 80%. Contoh gaji RM 3,000 / Rp 5jt: 50% = RM 1,500 untuk kebutuhan 30% = RM 900 untuk keinginan 20% = RM 600 langsung pindah ke Tabung Haji / ASB / Bibit 2. Buat 2 rekening terpisah Rekening 1: untuk 50% + 30% (belanja harian) Rekening 2: khusus 20% tabungan. Jangan kasih kartu ATM-nya di dompet, biar nggak gampang diambil. 3. Kalau 50% kebutuhan nggak cukup? Wajar di awal, apalagi kalau tinggal di Shah Alam/KL. Coba trik ini: Audit dulu: mana yang kamu kira kebutuhan tapi ternyata keinginan? Contoh: Grab tiap hari itu keinginan, bukan kebutuhan. Aturan 72 jam: mau beli barang keinginan > RM 100? Tunda 3 hari. Kalau masih pengen, baru beli. 4. Kalau 30% keinginan kebanyakan? Balik. Jadi 50/20/30 juga boleh di awal. Yang penting 20% tabungan tetap jalan. Lama-lama kamu adjust lagi jadi 50/30/20. 5. Gunakan aplikasi biar kelihatan Pakai Money Manager, Wallet, atau bahkan Google Sheet simple. Tiap akhir minggu cek: "Udah lewat 50% belum minggu ini?" Mau