Listi Chan
54 menit
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

LANJUTAN PART 2 - BUNGA DARI MAKAM MANTAN*

HP jatuh, tapi telpon masih nyambung sama pacar ku. Si cewek di cermin itu makin deket. Daster merahnya basah, netes darah. Dari matanya yang ketutup mawar, akar-akar mawar keluar, ngerambat ke pipinya. "Jawab..." dia bisik di telinga ku, padahal dia masih di cermin. Nafasnya bau tanah kuburan. "Enak ya... jadi aku?" Pacar ku di telpon teriak, "Dik! Jangan liat cermin! Buang bunganya!" Aku mau lari, tapi kaki ku kejepit akar. Akar mawar dari vas pecah tadi, hidup, ngerambat cepet banget di lantai, ngiket pergelangan kaki ku. Duri-durinya nusuk kulit. Sakit. Darah ku netes, disedot sama akar itu. Cewek itu keluar dari cermin. Krak! Cermin ku retak. Dia jalan, tapi tiap langkah ninggalin jejak kelopak mawar busuk. Dia jongkok depan ku, rambutnya nyingkap. Ya Tuhan. Mukanya... setengah cantik, setengah udah jadi tengkorak, dan di rongga matanya tumbuh mawar merah, mekar, bergerak. Dia megang cincin yang di lantai, yang ada ukiran R&A. "Ardi janji... kalo aku mati, dia gak bakal kasih hati ku ke orang lain," dia nangis, tapi yang keluar dari matanya bukan air mata, tapi kelopak mawar merah. Dia tempelin cincin itu ke jari ku paksa. Cincinnya anget, mengecil, ngunci di jari manis ku. Gak bisa dilepas. Kulit jariku langsung melepuh. "Loh kamu sekarang aku... kamu yang nungguin Ardi di sini..." Tiba-tiba pintu kos ku di dobrak. Pacar ku dateng! Dia ternyata di Surabaya, gak di luar kota. Dia langsung nyiram aku pake air dari botol, air kembang setaman. Cewek itu jerit, jeritan melengking, badannya berasap. Mawar-mawar di mukanya layu, hitam. "Ampun... panas..." dia mundur balik ke cermin. Pacar ku narik aku keluar. Cincin di jari ku masih nempel. Gak bisa lepas. Sampai sekarang, udah 3 bulan putus sama Ardi. Tapi tiap malam, jam 2 pagi, cincin itu berdenyut. Anget. Dan kalo aku ngaca, di belakang ku, ada cewek daster merah senyum, makin lama makin jelas. Kemaren aku cek, di jari manis ku tumbuh duri kecil.
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

1 Komentar