Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Lanjutan Cerita :Part 2
Sang petani jauh-jauh mengikuti jejak si babi hutan hingga sampai ke tepi pantai. Namun anehnya, jejak itu hilang begitu saja. Pikirnya, itu mustahil. Karena berarti para babi hutan itu terbang atau berenang ke pulau seberang, saat salah satu di antaranya luka berat. Tapi tak ada tubuh babi tergeletak di sepanjang perjalanan sang petani menelusuri jejak. Artinya, babi yang terluka itu pasti ikut menyeberang. Masih termangu, tiba-tiba terdengar suara besar dari belakang petani menanyakan kenapa dia terlihat bingung. Saat menengok, mengangalah mulut petani mengetahui yang berbicara adalah sosok siluman penyu setinggi tebing. Sambil gemetar, ia pun menanyakan kepada siluman penyu mengenai komplotan babi hutan yang sedang dicarinya. Untuk menjawab pertanyaannya, siluman penyu meminta petani naik ke atas punggungnya untuk menyeberang ke pulau lain. Meski ragu, sang petani pun menurutinya. Ternyata rasa takutnya pada kutukan leluhur lebih besar daripada sekadar berinteraksi dengan siluman. Sesampainya di pulau seberang, siluman penyu mempersilakan petani turun dan menyelesaikan tujuannya. Jika nanti memerlukan bantuan lagi untuk pulang, petani tinggal naik ke atas pohon kelapa dan memanggil siluman penyu sekencang-kencangnya, ia akan datang. Maka berpisahlah mereka setelah petani mengucapkan terima kasih. ***