Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Kos 300 Ribu Di Tembalang PART 3 (TAMAT) - Mawar Itu Akhirnya Mekar, Tapi

Kos 300 Ribu Di Tembalang PART 3 (TAMAT) - Mawar Itu Akhirnya Mekar, Tapi gambar oleh Teguh Mancunian
Bukan Untukku* Tunas hijau dari pot mawar kering itu tumbuh cepat banget. Hari ke-3, daunnya sudah lebat. Hari ke-7, muncul satu kuncup merah. Aku foto tiap hari, kirim ke adiknya Mbak Sari. Dia bilang, "Kak, Ibu saya mau ke Semarang minggu depan, boleh lihat bunganya?" Hari ke-10, pas jam 2 malam, aku gak dengar suara pel lagi. Kamar mandi kering, tapi harum mawar. Harum banget, padahal kuncupnya belum mekar. Aku keluar ke teras. Dan di sana... Pot mawar itu sudah mekar sempurna. Satu bunga mawar merah besar, basah oleh embun. Di sebelah pot, ada jejak kaki basah yang mengarah ke pintu kamarku, lalu hilang. Di atas pot, ada secarik kertas kecil yang basah. Tulisan tangan yang sama seperti di buku harian: _"Makasih sudah jagain. Sekarang aku bisa pulang. Tolong kasih bunga ini ke Ibu. - Sari"_ Aku nangis. Bukan takut lagi, tapi haru. Siangnya, Ibu Mbak Sari datang dari Kendal. Umurnya sekitar 60 tahun, pakai kerudung. Waktu aku kasih bunga mawar itu, Ibu langsung peluk aku lama. "Ini bunga kesukaan Sari. Dia janji mau kasih Ibu mawar kalau dia wisuda. Tapi dia gak sempat wisuda." Ibu cerita, Mbak Sari memang meninggal sendirian di kos itu waktu Covid lagi tinggi-tingginya. Gak ada yang berani antar ke RS. Sejak bunga itu aku kasih ke Ibunya, kos nomor 4 gak pernah ada suara pel lagi jam 2 malam. Lantai kamar mandi memang jadi kotor lagi, harus aku pel sendiri. Tapi setiap aku ngepel jam 2 malam, aku merasa ditemani. Tadi malam, aku siram pot kosong itu lagi, meskipun mawarnya sudah gak ada. Siapa tahu, ada tunas lain yang mau tumbuh. Kalau kalian punya bunga peninggalan orang yang sudah gak ada, rawat ya. Kadang mereka cuma butuh disiram biar bisa pulang dengan tenang. TAMAT.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

5 Komentar