Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
KITA SEMUA AKAN DI GIRING PERLAHAN-LAHAN KE SISTEM DIGITALISASI !!️
KITA SEMUA AKAN DI GIRING PERLAHAN-LAHAN KE SISTEM DIGITALISASI !!️
Kalian pikir rupiah digital (CBDC) adalah ide murni dari bank Indonesia???? Salah besar!! Ini adalah proyek global, proyek dari atasan.
Nama proyek ini adalah "Project Nexus" Yang di pimpin Bank For International Settlements (BIS).
BIS bukan lembaga netral.
BIS adalah Bank central dari Bank central, organisasi yang mengatur Bank central di seluruh dunia. Mereka bukan pemerintah, mereka bukan rakyat, mereka adalah elite keuangan global.
Rupiah digital adalah satu simpul dalam jaringan CBDC global, dan jaringan itu di ikat oleh BIS.!
The Great Financial Reset.
Para elite global sedang merancang PENGGULINGAN SISTEM KEUANGAN LAMA dan menggantinya dengan sistem digital yang sepenuhnya TERKONTROL.
Tujuannya adalah: (Ekonomi Pengawasan).
Yaitu di mana setiap transaksi dapat di lacak dan di kontrol secara real-time.
Bocoran Timeline Rupiah Digital.
1. 2025-2026: Experimen awal.
2. 2027-2028: Uji coba lanjutan.
3. 2029-2030: Peluncuran fitur programmable dan tokenisasi.
2030 tahun yang sama dengan target agenda 2030.
Tahun 2030 adalah target dan deadline untuk: Identitas Digital Universal, World Bank ID4D, dan Central Bank digital Currencies (CBDC).
ITULAH GREAT RESET YANG MEREKA BICARAKAN.
Uang menjadi code.
Di sistem CBDC, uang bukan lagi sekadar alat tukar, uang akan menjadi code dan code bisa di program. Apa artinya??? Artihya pemerintah atau Bank central bisa menentukan.
• Kemana Uang kalian bisa di belanjakan.
• Kapan uang kalian bisa di gunakan.
• Untuk apa uang kalian boleh di pakai.
• Berapa lama uang kalian berlaku (Bisa Kedaluwarsa).
• Kepada siapa uang kalian boleh di transfer.
Off Switch.
Tombol yang bisa di matikan oleh mereka yang mengendalikan sistem.
Ekonom Dawie Roodt dari Afrika Selatan secara terbuka memperingatkan: "CBDC bisa menjadi alat kontrol otoriter karena sifatnya yang programmable, memungkinkan pemerintah mengontrol bagaimana warga membelanjakan uang mereka".
Dari QRIS ke CBDC.
Qris adalah jembatan menuju CBDC, kalian bukan akan pindah ke sistem baru, kalian justru akan di giring perlahan-lahan tanpa sadar.
Bank Indonesia (BI) baru saja memperluas MDR Qris 0c/o: biaya transaksi gratis untuk merchant mikro dengan transaksi hingga Rp500.000. Dan MDR 0c/o juga berlaku untuk semua merchant dengan transaksi hingga Rp100.000..
Gratisss??? Tidak ada yang gratiss!!!
INI ADALAH STRATEGI ADOPSI PAKSA!!!!!
Strategi adopsi paksa.
Mereka membuat Qris lebih murah dari uang tunai, pedagang beralih, pembelipun beralih.
BI ingin mempercepat adopsi CASHLESS society agar merata hingga ke pelosok. Dan ketika semua sudah terbiasa, mereka akan menaikan biaya. Atau lebih baik: MEREKA AKAN MENGGANTI SISTEMNYA.
Fatwa Halal.
September 2026 baru saja BI umumkan bahwa mereka telah memperoleh fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) mengenai kehalalan digital currency dan stablecoin yang disiapkan Bank central.
PERTANYAANNYA??
Kenapa BI butuh fatwa halal???
Mereka butuh = karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, jika BI meluncurkan CBDC tanpa fatwa halal umat islam akan curiga, akan banyak bertanya, dan bahkan berpotensi untuk menolak. Dengan fatwa halal mereka menutup pintu pertanyaan.
Umat islam akan bilang: "Ah,, sudah halal,, berarti aman".
Tapi apakah halal sudah bebas dari kontrol??? Apakah halal berarti tidak bisa di manipulasi??
Fatwa halal hanya menjawab ASPEK SYARIAH. Bukan aspek privasi, bukan aspek kontrol, dan bukan aspek kebebasan.
Screenshot/Catat Omongan Saya ini:
Karena saya akan membongkar ROADMAP mereka dan WAKTU AKAN MEMBUKTIKANNYA.
1. Menghilangkan opsi tunai (Contoh: digitalisasi bansos di perluas)
2. Buat kalian terbiasa dengan pembayaran digital (Semuanya go digital).
3. Identitas jadi kunci tunggal: (E-KTP, biometrik + NPWP + BPJS + SIM + rekening + no HP di lebur jadi satu profil.
4. Open finance + data transaksi jadi skor kredit.
5. Tokenisasi aset: tanah, kendaraan, piutang di jadikan token. Negara/lembaga bisa lihat dan bekukan secara real-time.
6. Luncurkan programmable money: CBDC.
7. Kontroo hulu-hilir: Energi, pangan, logistik, pajak, subsidi, izin, bantuan di ikat ke ID + wallet.
Tidak patuh?? Transaksi dibatasi/diblokir.
Dengerin saya baik-baik.
CBDC adalah sistem tertutup, sistem yang hanya bisa berfungsi kalau semua orang di dalamnya.
Tapi ada satu kelemahan: yaitu sistem ini butuh partisipasi kita.
Satu orang kelaur? Tidak masalah. 30c/o rakyat? Mulai terasa. kalau 90c/o rakyat? Sistem mereka akan mati!!!!
Tugas kita bukan melawan/demo, tugas kita adalah meninggalkan sistem mereka.
Konsep ini persis yang di lakukan nabi Musa.
Dia tidak memilih untuk tinnggal dan menerima sistem Fir'aun.
Dia keluar, dia bawa bangsa Ibrani keluar dari sistem. Mereka tidak menghancurkan Mesir, merek justru meninggalkannya, dan Mesir runtuh sendiri.
Sistem CBDC seperti cincin yang mengelilingi kalian.
Selama kalian di dalam cincin, mereka bisa melacak kalian, mereka bisa kontrol kalian. Tapi cincin itu punya celah, celahnya adalah:
Cincin itu butuh partisipasi kita di dalamnya untuk berfungsi secara efektif. Kalau ada yang keluar, cincin itu retak, kalau 90c/o yang keluar, cincin itu pecah.
Dan ketika cukup banyak orang yang SADAR dan KELUAR, cincin itu tidak bisa menahan siapapun lagi.
The missing variable.
Dalam matematika, kalau ada satu variable hilang dari persamaan, seluruh persamaan tidak bisa di selesai kan. Dalam sistem mereka kalian adalah VARIABLE itu.
Sekali lagi saya tekankan, mereka membutuhkan partisipasi kita, mereka butuh ketidaksadaran kita agar terlena dan berpartisipasi.
Kalau kalian menghilang dari persamaan itu, sistem mereka tidak akan efektif. 90c/o orang yang tidak berpartisipasi? Sistem mereka mati.!!!
📷 Fakta Menarik Tampilkan lebih sedikit