Ada fase dalam bisnis yang justru cukup menarik: pelanggan mulai bertambah, pesanan semakin banyak,... Lihat Selengkapnya
Ada fase dalam bisnis yang justru cukup menarik: pelanggan mulai bertambah, pesanan semakin banyak, dan pekerjaan yang dulu bisa diselesaikan sendiri mulai terasa menumpuk.
Di titik ini, masalah bisnis tidak selalu lagi soal mencari pelanggan. Kadang masalahnya justru bagaimana pemilik usaha mengatur waktu agar semua pekerjaan tetap berjalan.
Saat bisnis masih kecil, pemilik mungkin bisa mengurus semuanya. Membalas pesan pelanggan, mengecek stok, membuat promosi, mengurus pembayaran, sampai mengantarkan barang.
Tetapi semakin banyak pekerjaan yang masuk, cara seperti itu mulai sulit dipertahankan.
Kalau semua hal dianggap penting dan harus dikerjakan sendiri, pemilik akhirnya berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa benar-benar menyelesaikan hal yang paling berdampak.
Ada pekerjaan yang mendesak tetapi tidak terlalu penting. Ada juga pekerjaan yang tidak terlihat mendesak, tetapi sebenarnya menentukan masa depan bisnis.
Misalnya memperbaiki sistem pencatatan mungkin tidak menghasilkan uang secara langsung hari itu. Namun, kalau terus ditunda, kesalahan pencatatan bisa menjadi masalah besar ketika transaksi sudah semakin banyak.
Karena itu, mengatur waktu dalam bisnis bukan hanya soal membuat daftar pekerjaan. Pemilik perlu mengetahui pekerjaan mana yang benar-benar membutuhkan dirinya dan mana yang sebenarnya bisa diberikan kepada orang lain.
Pekerjaan yang berulang dan memiliki prosedur jelas biasanya lebih mudah didelegasikan. Sementara keputusan strategis, hubungan penting dengan pelanggan atau supplier, dan hal-hal yang menentukan arah bisnis mungkin tetap membutuhkan perhatian pemilik.
Ada juga kebiasaan sederhana yang sering membantu, yaitu mengelompokkan pekerjaan yang sejenis. Membalas pesan, memeriksa laporan, atau membuat konten misalnya bisa dilakukan pada waktu tertentu daripada berpindah-pindah aktivitas setiap beberapa menit.
Semakin besar bisnis, waktu pemilik justru semakin mahal. Bukan karena satu jam kerja tiba-tiba memiliki harga yang berbeda, tetapi karena waktu tersebut seharusnya digunakan untuk hal yang memberikan dampak lebih besar.
Jadi kalau bisnis mulai ramai tetapi pemilik merasa semakin tidak punya waktu untuk berpikir, mungkin sudah saatnya melihat kembali bagaimana pekerjaan dibagi.
Bisnis yang berkembang seharusnya tidak hanya menambah pendapatan. Idealnya, sistemnya juga membuat pemilik memiliki lebih banyak ruang untuk mengambil keputusan penting.
Pernah merasa usaha semakin ramai tetapi waktu justru semakin habis? Ceritakan bagaimana kamu mengatasinya di ZOYALINK. Bisa jadi cara sederhana yang kamu gunakan justru membantu pemilik usaha lain menemukan pola kerja yang lebih sehat.