Ada bisnis yang ketika mulai ramai langsung berpikir untuk membuka cabang baru. Sekilas memang terli... Lihat Selengkapnya
Ada bisnis yang ketika mulai ramai langsung berpikir untuk membuka cabang baru. Sekilas memang terlihat seperti tanda bahwa bisnis sedang berkembang.
Tapi ternyata, membuka cabang bukan sekadar punya uang untuk menyewa tempat, membeli perlengkapan, lalu mencari karyawan. Ada sistem yang harus benar-benar siap sebelum bisnis dibawa ke lokasi berikutnya.
Masalahnya, banyak pemilik usaha melihat cabang baru sebagai kesempatan mendapatkan omzet tambahan, tetapi lupa menghitung apakah bisnis utamanya memang sudah cukup kuat untuk direplikasi.
Misalnya satu toko bisa berjalan sangat baik karena pemiliknya turun tangan setiap hari. Dia mengenal pelanggan, tahu supplier mana yang bagus, bisa mengontrol karyawan, dan langsung mengambil keputusan ketika ada masalah.
Ketika toko kedua dibuka, semua kebiasaan tersebut belum tentu bisa dipindahkan begitu saja.
Bisa muncul masalah baru. Kualitas pelayanan berbeda, stok tidak terkontrol, karyawan belum memahami standar kerja, atau pelanggan di lokasi baru ternyata memiliki kebiasaan yang berbeda.
Yang lebih menarik, cabang baru juga bisa membuat masalah di bisnis lama ikut membesar. Uang yang sebelumnya cukup untuk menjaga operasional satu tempat sekarang harus dibagi untuk membiayai dua lokasi.
Karena itu, sebelum membuka cabang, menurut saya pertanyaan yang lebih penting bukan "Berapa banyak cabang yang bisa saya buka?" tetapi "Apakah sistem bisnis saya sudah bisa berjalan tanpa saya awasi setiap saat?"
Kalau jawabannya belum, mungkin yang perlu diperkuat terlebih dahulu bukan jumlah cabangnya, tetapi sistemnya.
Mulai dari pencatatan keuangan, prosedur kerja, pengelolaan stok, pelatihan karyawan, sampai standar pelayanan sebaiknya sudah cukup jelas. Dengan begitu, cabang baru tidak sepenuhnya bergantung pada pemilik.
Pertumbuhan bisnis memang menyenangkan untuk dilihat. Tetapi pertumbuhan yang terlalu cepat bisa menciptakan beban yang tidak terlihat kalau fondasinya belum siap.
Jadi, membuka cabang bukan selalu langkah yang salah. Yang perlu diperhatikan adalah apakah bisnis tersebut benar-benar siap untuk diduplikasi, bukan hanya sedang terlihat ramai.
Punya pengalaman membuka cabang, membantu usaha keluarga berkembang, atau justru pernah melihat bisnis yang terlalu cepat ekspansi? Ceritakan pengalamanmu di ZOYALINK. Kadang pengalaman nyata dari satu usaha bisa memberi pelajaran yang tidak ditemukan di buku bisnis.