Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Kak Aven, Terima Kasih Karena Sudah Menganggapku Seperti Adikmu Sendiri. Sejak
Kedua Orang Tuaku Meninggal, Aku Merasa Sangat Kesepian. Namun, Setelah Kak Aven Berada Di Sini, Meskipun Belum Genap Sehari, Aku Sudah Merasa Sangat Bahagia,” Ucap Elio Sambil Terus Memeluk Aven Dengan Erat. Aven sedikit terkejut ketika Elio tiba-tiba memeluknya. Namun, tak lama kemudian, ia tersenyum tipis, membalas pelukan Elio, lalu mengusap punggungnya dengan lembut. “Kau tidak perlu berterima kasih untuk itu, Elio,” jawab Aven dengan senyum tipis. Hangat. Itulah yang terlintas dalam benak Elio ketika merasakan Aven membalas pelukannya. “Jadi, Elio, sampai kapan kau akan terus memelukku seperti ini, hm?” tanya Aven setelah beberapa saat. Aven sudah melepaskan pelukannya, tetapi Elio masih belum melepaskan kedua tangannya dari tubuhnya. “Hehe, maaf, Kak Aven. Kakak pasti merasa terganggu karena aku tiba-tiba memeluk Kakak begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu,” ucap Elio sambil tersenyum malu.