Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Jawabannya Adalah: Tulang Ekor Kita Sendiri, Yang Bernama 'Ajbuz Zanab.

Coba renungkan. Jika sebuah kuburan dibongkar setelah puluhan tahun, apa yang tersisa? Daging sudah hilang. Tulang paha sudah rapuh menjadi debu. Tengkorak pun sudah retak bercampur tanah. Semua kembali menjadi tanah, persis seperti firman Allah. Kecuali satu. Ada satu tulang kecil seukuran biji jagung, tersembunyi di ujung paling bawah tulang punggung kita, di atas tulang dubur. Tulang inilah yang tidak akan pernah dimakan tanah, tidak akan dimakan cacing, sampai hari kiamat tiba. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai 'Ajbuz Zanab. Dari tulang inilah kita pertama kali dibentuk di perut ibu, dan dari tulang inilah kita akan dibangkitkan kembali setelah seluruh tubuh hancur lebur. ~ Dalilnya Shahih, Ada di Bukhari-Muslim 1. Hadits Tentang Tulang Yang Kekal Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan Rasulullah ﷺ bersabda: كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ، مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ "Setiap (jasad) anak Adam akan dimakan oleh tanah, kecuali tulang ekornya. Dari tulang ekor itulah ia diciptakan, dan dari tulang ekor itulah ia akan disusun kembali."(HR. Bukhari No. 4814, 4935 - Muslim No. 2955) Imam Muslim meriwayatkan dengan lafazh yang lebih tegas: إِنَّ فِي الْإِنْسَانِ عَظْمًا لَا تَأْكُلُهُ الْأَرْضُ أَبَدًا، فِيهِ يُرَكَّبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ "Sesungguhnya pada diri manusia ada satu tulang yang tidak akan pernah dimakan bumi selamanya. Darinya akan disusun kembali pada hari kiamat." Para sahabat bertanya: Tulang apa itu? Beliau menjawab: 'Ajbuz Zanab (tulang ekor). 2. Hadits Tentang Cara Kita Dibangkitkan Rasulullah ﷺ tidak hanya mengabarkan tulangnya, tapi juga menjelaskan proses kebangkitannya: ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ "Kemudian Allah akan menurunkan hujan dari langit (di hari kiamat), maka mereka (manusia) akan tumbuh kembali seperti tumbuhnya sayur-sayuran."(HR. Bukhari No. 4935, Muslim No. 2954) ~ Penjelasan Lengkap: 3 Fase Perjalanan 'Ajbuz Zanab Agar mudah dipahami, mari kita lihat perjalanan tulang ini dari awal sampai akhir: Fase 1: Saat Kita Belum Ada - Diciptakan Darinya Allah berfirman: "Hal Ata 'Alal Insani Hiinum Minad Dahri Lam Yakun Syai'am Madzkura - Bukankah telah datang atas manusia satu waktu, ketika ia belum menjadi sesuatu yang dapat disebut?" (Al-Insan: 1). Kita semua berawal dari tidak ada. Lalu di hari ke-14 dan ke-15 setelah pembuahan di rahim ibu, janin membentuk sebuah garis yang disebut dokter sebagai Primitive Streak. Dari garis inilah Allah membentuk tulang belakang, otak, jantung, dan semua organ. Dan pusat dari garis ini berakhir di tulang ekor kita. Itulah makna sabda Nabi "Min Hu Khuliqa" - Darinya ia diciptakan. Tulang ekor adalah pondasi pertama pembangunan jasad kita. Ilmu embriologi baru menemukan fakta ini di abad ke-20, Rasulullah ﷺ sudah mengabarkannya 1400 tahun lalu tanpa mikroskop. Fase 2: Saat Kita Mati - Semua Hancur Kecuali Dia Ketika kita mati, Allah berfirman: "Minha Khalaqnakum wa Fiha Nu'idukum - Dari tanah Kami ciptakan kalian dan ke dalam tanah Kami kembalikan kalian." (Thaha: 55). Daging hancur dalam hitungan hari. Tulang besar hancur dalam hitungan tahun. Semua kembali menjadi tanah. Kecuali 'Ajbuz Zanab. Ia tetap utuh di dalam kubur. Ia menjadi benih. Ia menjadi bibit yang Allah simpan. Ia menjadi bukti kepemilikan Allah atas diri kita, bahwa walaupun kita sudah menjadi tanah, data asli kita masih Allah simpan di dalam kubur. Fase 3: Saat Kiamat - Dibangkitkan Darinya Ketika kiamat terjadi, Allah hancurkan seluruh alam. Tidak ada manusia tersisa. Lalu Allah menurunkan hujan yang sangat lebat, yang disebut "Ma'ul Hayah" atau Air Kehidupan. Hujan itu akan turun mengenai setiap kubur, dari kubur Nabi Adam sampai kubur manusia terakhir. Ketika air itu mengenai tulang ekor yang tersisa itu, maka jasad kita akan tumbuh kembali. Seperti biji jagung kering yang sudah mati di dalam tanah yang tandus, ketika terkena air hujan, ia tumbuh menjadi pohon yang tinggi menjulang. Begitulah kita akan tumbuh. Dari bawah ke atas. Dari tulang ekor, tumbuh tulang punggung, tumbuh daging, tumbuh kulit, tumbuh rambut, sampai sempurna berdiri kembali untuk menghadap Allah. Sebagaimana firman Allah: "Kama Bada'na Awwala Khalqin Nu'iduh - Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya." (Al-Anbiya: 104). ~ 4 Hikmah Kenapa Allah Sisakan Tulang Ekor Kita 3. Agar Akal Kita Mudah Menerima Hari Kebangkitan. Orang kafir berkata: "Siapa yang bisa menghidupkan tulang yang sudah hancur?" (Yasin: 78). Allah tidak menjawab dengan debat filsafat. Allah sisakan buktinya di tubuh kita sendiri. Jika dari satu tulang kecil saja Allah mampu menumbuhkan tubuh setinggi 170 cm, maka membangkitkan seluruh manusia dari kubur sangat mudah bagi Allah. 4. Agar Kita Tidak Sombong Dengan Jasad Kita. Kita bangga dengan wajah ganteng, kulit mulus, badan kekar, jabatan tinggi. Padahal semua itu hanya titipan yang akan menjadi santapan cacing tanah. Satu-satunya yang Allah sisakan justru tulang yang paling bawah, paling tersembunyi, dan paling tidak kita banggakan. Ini adalah tamparan: "Kullu Syai'in Halikun Illa Wajhah - Segala sesuatu akan binasa kecuali Wajah Allah." 5. Agar Kita Tahu Asal Kita Sama. Semua manusia, mau presiden atau rakyat jelata, mau kaya atau miskin, mau Arab atau Indonesia, semua diciptakan dari tulang yang sama dan akan dibangkitkan dengan cara yang sama. Tidak ada yang lebih mulia karena fisiknya. Kemuliaan hanya karena takwa. 6. Agar Kita Semangat Untuk Sujud. Tulang ekor adalah fondasi saat kita duduk iftirasy dan tawarruk dalam shalat. Setiap kali Anda sujud, Anda sedang meletakkan fondasi kebangkitan Anda di atas tanah. Kelak di hari kiamat, Rasulullah ﷺ akan mengenali umatnya dari bekas sujud dan wudhunya yang bercahaya. Maka perbanyaklah sujud di atas tulang itu, agar kelak ia tumbuh dengan cahaya. Tulang ekor itu ada pada kita sekarang. Ia adalah pengingat bahwa kita pernah tidak ada, lalu diadakan. Dan ia akan menjadi saksi bahwa kita akan diadakan kembali setelah tiada untuk mempertanggungjawabkan semuanya. Jagalah ia dengan ketaatan. Wallahu A'lam. Sumber Shahih: Shahih Bukhari No. 4814, 4935, 4554 - Shahih Muslim No. 2955, 2954 - Syarah Shahih Muslim Imam An-Nawawi Juz 18 Hal. 91 - Fathul Bari Ibnu Hajar Al-Asqalani Juz 6 Hal. 499
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

2 Komentar