Jumat, 31 Juli 2026, Indonesia sedang menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan Amerika Se... Jumat, 31 Juli 2026, Indonesia sedang menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan Amerika Serikat, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga di sektor pangan, penerbangan, pertambangan, pertahanan, teknologi, hingga pengembangan kecerdasan buatan atau AI. Pembahasan itu muncul dalam pertemuan Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo dengan sejumlah perusahaan Amerika di Washington pada Selasa, 28 Juli 2026, atas inisiatif Dewan Bisnis AS-ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Indroyono menekankan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan AS seharusnya tidak berhenti pada besarnya angka perdagangan. Pemerintah ingin agar hubungan tersebut mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membawa teknologi baru ke Indonesia.
Di sektor penerbangan, Boeing disebut sudah memiliki hubungan jangka panjang dengan Indonesia melalui penggunaan pesawat komersial oleh maskapai nasional. Kerja sama ke depan juga dinilai memiliki peluang untuk diperluas ke rantai pasok dan industri komponen pesawat di dalam negeri. Sementara di bidang pertahanan dan kedirgantaraan, Lockheed Martin melihat peluang kerja sama dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan sekaligus penguatan kemampuan industri nasional.
Sektor pertambangan juga menjadi bagian penting dari hubungan kedua negara. Freeport-McMoRan melalui PT Freeport Indonesia masih memiliki peran besar dalam pengelolaan sumber daya mineral, termasuk investasi untuk infrastruktur pertambangan serta fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral. Di sektor pangan, Cargill terlibat dalam perdagangan komoditas seperti jagung, kedelai, dan gandum, sementara Caterpillar telah memasok alat berat untuk industri pertambangan dan konstruksi di Indonesia sejak 1971.
Kerja sama juga mulai bergerak ke bidang teknologi dan ekonomi digital. NVIDIA disebut terlibat dalam pengembangan talenta AI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Walmart Foundation turut mendorong penguatan rantai pasok berkelanjutan dan kesejahteraan petani, sedangkan Chubb berkontribusi dalam literasi keuangan serta manajemen risiko.
Dari sisi investasi, Indonesia Investment Promotion Center atau IIPC New York menyampaikan bahwa investasi Amerika Serikat ke Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS. Pada 2025, ekspor Indonesia ke AS mencapai sekitar 31 miliar dolar AS, atau sekitar 11 persen dari total ekspor Indonesia. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada periode tersebut mencapai sekitar 43,8 miliar dolar AS.
Komoditas utama Indonesia yang diekspor ke pasar AS mencakup produk elektronik, tekstil, alas kaki, minyak sawit, furnitur, dan produk perikanan. Sebaliknya, Indonesia masih mengimpor berbagai produk dari AS seperti kedelai, kapas, gandum, pesawat dan produk kedirgantaraan, mesin, produk kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Di sisi lain, pemerintah dan pelaku usaha AS masih melihat sejumlah hal yang perlu diperbaiki agar hubungan investasi bisa berkembang lebih jauh. Beberapa di antaranya adalah perlindungan hak kekayaan intelektual, konsistensi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, efisiensi logistik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya menarik lebih banyak modal asing, tetapi memastikan investasi tersebut ikut mendorong industrialisasi, teknologi, inovasi, dan peningkatan posisi Indonesia dalam rantai nilai global.Lihat Selengkapnya
Indonesia Jajaki Kerja Sama Baru Dengan AS, Dari Pangan Hingga AI
Dipublikasikan: 1 jam lalu
·
207
·
3 mnt baca
Indonesia Jajaki Kerja Sama Baru Dengan AS, Dari Pangan Hingga AI (Gambar: Negeri Konoha)
Jumat, 31 Juli 2026, Indonesia sedang menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan Amerika Se... Lihat Selengkapnya