Ary Oka
1 hari
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Hatiku Sudah Mulai Tak Karuan Saat Ibu Kosku Seolah Memergoki Diriku Saat Itu.

Hatiku Sudah Mulai Tak Karuan Saat Ibu Kosku Seolah Memergoki Diriku Saat Itu. gambar oleh Ary Oka
"Dia kakak ipar saya, Bu. Kebetulan Mbak saya dan kakak ipar saya mau menginap di sini beberapa hari. Mereka sedang mencari kontrakan, tapi belum dapat," jawabku memberikan alasan yang sejujurnya tidak sepenuhnya benar. Aku berharap ibu kosku tidak menanyakan lebih lanjut, tapi ternyata harapanku sia-sia. "Kenapa tidak menawarkan kontrakan di sini? Sebelah kontrakanmu kan ada kamar kosong? Sayang kalau tidak ada yang menempati," ucapnya tiba-tiba. Gleg! Aku menelan ludah dengan gugup. Rasanya detak jantungku makin menggema di telinga. Bagaimana ini? Ucapan ibu kos barusan membuat pikiranku dipenuhi oleh kebingungan. Aku tak tahu harus berkata apa lagi, karena bagaimanapun ini justru bisa menjadi solusi untuk Mas Vano. Tapi, aku tetap merasa was-was. "Oh iya, Bu. Maaf, aku sampai lupa kalau ada kontrakan kosong di sini. Nanti biar aku beritahukan mereka," ujarku akhirnya, berusaha setenang mungkin, meskipun dadaku terasa seperti mau meledak. Bagaimana kalau ibu kosku bisa membaca keraguanku? Tidak, aku harus terlihat santai. "Ya sudah, kalau begitu. Aku tunggu kabar baiknya. Jangan lupa kamu lapor ke Pak RT kalau kakakmu dan iparmu tinggal bersama kamu," saran ibu kontrakan dengan ramah. "Iya, Bu. Nanti saya akan lapor ke Pak RT, terima kasih sudah diingatkan," jawabku sambil memaksakan senyuman.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.