Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
GERBANG ASTERRA — Bab 3
---
Kelas ricuh sejak pagi. Guru belum juga muncul, dan bisik-bisik soal murid baru sudah menyebar lebih cepat dari update status di grup WhatsApp angkatan.
"Katanya cowok, anak pindahan."
"Gue denger dari kelas sebelah, mukanya pucet banget, kayak jarang kena matahari."
Felora cuma setengah dengerin, lebih sibuk ngomel ke Diyan soal dream catcher yang rusak gara-gara ulahnya semalam. Pertengkaran kecil itu baru berhenti saat pintu kelas terbuka, dan suara ricuh mendadak lenyap total.
Guru masuk. Di belakangnya, seorang cowok berdiri diam, mata tajam menatap lurus ke depan tanpa sedikit pun terlihat gugup, seolah tatapan seisi kelas yang menempel di tubuhnya bukan apa-apa.
"Perkenalkan, murid baru kalian. Yukio."
Tidak ada senyum. Tidak ada basa-basi perkenalan seperti murid baru pada umumnya. Hanya satu anggukan singkat, dan sepasang mata yang, tanpa sengaja, berhenti sejenak tepat di wajah Felora, selama cukup lama untuk membuat gadis itu lupa cara bernapas.
Felora tidak tahu kenapa, tapi detik itu juga dia merasakan sesuatu yang asing menjalar di tengkuknya.
Seolah cowok itu bukan sekadar melihatnya.
Seolah dia sudah mengenalnya, jauh sebelum hari ini.
---
📖 GERBANG ASTERRA
✨ Satu tatapan. Satu firasat. Satu pintu yang gak bisa ditutup lagi. Baca selengkapnya di sini:
https://www.dreame.com/novel/0712073472?auto_jump=false&link_type=1&utm_campaign=app_share_copyLink&utm_source=sns_id_apppromo&directedId=712073472
#GerbangAsterra #BookTok #NovelFantasi #MisteriRemaja