Dhodo Ahmad
1 hari . diperbarui 1 hari
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Dulu Kita Panjat Pohonnya Cuma Buat Satu Hal: Buah Seri Yang Merah Manis Itu. 🍒

Dulu Kita Panjat Pohonnya Cuma Buat Satu Hal: Buah Seri Yang Merah Manis Itu. 🍒 gambar oleh Dhodo Ahmad
Sekarang coba perhatikan, kapan terakhir kali kamu lihat orang jual buah seri? Atau bahkan sekadar lihat pohonnya? Pohon seri (yang sering disebut kersen atau talok) tumbuh di mana-mana: depan rumah, pinggir jalan, halaman sekolah. Karena terlalu mudah ditemukan dan buahnya kecil, banyak orang menganggapnya biasa saja. Padahal rasanya manis-manis lembut, dan dulu jadi jajanan gratis anak-anak sepulang sekolah. Kadang kita memang begitu. Yang terlalu dekat dan terlalu mudah didapat jadi kurang kita hargai. Padahal hal-hal sederhana itu yang paling sering menyimpan kenangan. Contohnya: duduk di bawah pohon seri sambil memunguti buah yang jatuh. Baju kotor kena getah, kantong penuh buah merah, pulang dimarahi ibu tapi besoknya diulang lagi. Murah, sederhana, tapi bahagianya awet sampai sekarang. Pertanyaannya ringan saja: Waktu kecil, kamu lebih sering makan buah seri di mana? Di depan rumah, di sekolah, atau di rumah tetangga? 😄 #buahseri #kersen #masakecil #nostalgia #anak90an #kenanganindonesia #bahagiaitusederhana #ceritamasakecil
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar
.