Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Dari Anak Kecil Pemalu Di Rosario Hingga Sang GOAT: Kisah Perjalanan LM10
Lionel Andres Messi
"Kamu harus berkorban untuk mencapai impian. Kamu harus mengejarnya."
Kisah Lionel Messi adalah sebuah cerita sepak bola modern tentang keajaiban alam, perjuangan melawan keterbatasan fisik, dan luar yang membawanya berdiri di puncak dunia.
1. Keajaiban di Lorong-Lorong Rosario
Lahir pada 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina, Messi tumbuh dalam keluarga kelas pekerja. Sejak usia empat tahun, ia sudah lengket dengan bola di klub lokal Grandoli. Namun, jalan bocah berjuluk La Pulga (Si Kutu) ini nyaris terhenti ketika pada usia 11 tahun ia didiagnosis mengalami kekurangan hormon pertumbuhan (GHD).
Biaya pengobatan yang mahal membuat klub-klub lokal Argentina mundur. Beruntung, bakat luar biasa yang dilihat oleh pemandu bakat Barcelona membuat klub raksasa Spanyol itu berani bertaruh. Mereka memboyong Messi kecil ke akademi La Masia dan membiayai seluruh pengobatan medisnya.
2. Era Keemasan di Barcelona & Rekor Tak Tertandingi
Di bawah gemblengan La Masia, Messi bertransformasi menjadi pemain terhebat di lapangan hijau. Bersama pelatih Pep Guardiola, ia menjadi motor utama tiki-taka yang mendominasi dunia dengan mempersembahkan 10 gelar La Liga, 4 trofi Liga Champions, dan menyabet rekor luar biasa 8 penghargaan Ballon d'Or.
3. Air Mata, Badai Tekanan, dan Puncak di Paris & Miami
Perjalanan Messi di tim nasional Argentina sempat diwarnai tekanan berat dan air mata kekalahan di berbagai final. Namun, setelah memutuskan bangkit, ia sukses mempersembahkan gelar Copa America serta puncaknya saat membawa Argentina keluar sebagai Juara Dunia di Piala Dunia Qatar 2022. Setelah sempat membela Paris Saint-Germain (PSG), ia melanjutkan babak akhir karier klubnya di MLS bersama Inter Miami.
4. Tantangan Berat dan Masalah
Di usianya yang menginjak 39 tahun, babak akhir karier Messi tidak lepas dari berbagai ujian fisik, kontroversi eksternal, hingga keputusan-keputusan emosional yang besar:
Kritik dan Tudingan di Piala Dunia 2026: Usai perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026, Messi sempat harus menghadapi berbagai teori konspirasi dan tudingan miring dari pihak luar terkait dugaan "bantuan wasit". Menanggapi hal tersebut, Messi secara terbuka buka suara dan mengungkapkan bahwa timnya harus berjuang dalam kondisi fisik dan emosional yang benar-benar terkuras—terutama setelah laga semifinal yang sangat melelahkan melawan Inggris, membuat mereka tiba di partai puncak dalam batas kelelahan maksimal.
Ancaman Keamanan Serius: Di balik gemerlapnya turnamen Piala Dunia 2026, terungkap dokumen investigasi kepolisian yang bocor ke publik mengenai adanya ancaman teror nyata (termasuk ancaman pengeboman stadion dan pengintaian) yang menargetkan keselamatan Messi selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat. Kendati demikian, ia tetap fokus menyelesaikan tugas di lapangan secara profesional.
Perpisahan Emosional dengan Timnas Argentina (Oktober 2026): Menjawab spekulasi mengenai masa depannya, Messi akhirnya menutup lembaran karier internasionalnya secara resmi pada 7 Oktober 2026 di Estadio Monumental, Buenos Aires, dalam laga persahabatan melawan Benin. Ia menutupnya secara manis lewat sumbangan satu gol penalti dan dua assist dalam kemenangan 3-0, mengukuhkan total rekor luar biasa 208 penampilan dan 126 gol bagi La Albiceleste.
Fase Akhir di Inter Miami: Meski sudah pensiun dari tim nasional, Messi masih terikat kontrak dengan Inter Miami hingga tahun 2028. Di tengah rumor mengenai rencana pensiun total dari dunia sepak bola profesional akibat faktor kelelahan fisik, ia tetap menikmati sisa karier klubnya sambil memikirkan langkah strategis jangka panjang selepas gantung sepatu nanti.
Bagaimana menurutmu melihat cara Messi dalam menghadapi tekanan masif dan kontroversi di pengujung kariernya ini?