Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

CUMARITA By NISWAH

CUMARITA By NISWAH gambar oleh Niswah Katibah
Langkahku seperti terseret pada sebuah ruangan, ada rasa rindu yang tak terbantahkan. Ku ikuti langkahku dan ku buka lemari yang terpajang di kamar belakang. Box besar, ya ada sesuatu dalam box tersebut. Seperti kotak kecil yang tersimpan di sudut lemari dalam box besar, berisi semua kenangan penting di masa lalu. Ku simpan rapi, meski berdebu, tetap ku genggam erat, dan kudekap. Ada banyak potret kenangan di dalamnya, semasa masih kanak-kanak dahulu hingga mandiri menenukan jati diri sendiri. Sesekali kulihat isi di dalam kotak tersebut, ku tarik pita cantik merah merona yang mengikatnya. Perlahan ku buka, seketika mataku berkaca, melihat beberapa foto-foto kenangan. Betapa aku merindu saat ada dalam foto-foto tersebut. Kotak kenangan itu kunamai "Bandung". Seperti pada kota Bandung yang kurindukan, seolah foto-foto dalam kotak tersebut mewakili saat aku merindukannya. Ya, bagaimana tidak? Bandung tempatku dilahirkan, di mana aku tumbuh besar di sana. Dari keturunan Jawa dan Sunda aku dilahirkan. Menikmati masa tumbuh kembang di sana, Bandung. Masih teringat saat hujan rintik-rintik kala itu, senangnya bukan main menikmati air hujan berlari ke sana ke mari tanpa takut kedinginan, aku dan teman-teman masa kecilku menikmati turunnya hujan, dengan hanya mengenakan kaos dalam dan celana tiga perempat, aku berlari dan menari mengikuti tarian hujan kenanangan, menikmati hujan saja sungguh bahagia, kala itu. Hujan mereda tak lantas bergegas kembali ke rumah masing-masing, namun terkadang menunggu pelangi melingkar cerah penuh warna, orang dahulu bilang, jika ada pelangi maka ada putri sedang mandi. Aah, rupanya itu hanya mitos belaka. Lagi-lagi teringat, saat berangkat sekolah masih duduk di bangku SD, mengenakan tas sepunyanya, bahkan terkadang menggunakan tas kresek has dari kondangan, karena yang memiliki tas sekolah masih cukup jarang kala itu, bahkan kebanyakan tas dan pulpen cukup diapit ketiak dan pulpen ditaruh di saku depan. Berangkat lebih awal dari jam yang ditentukan, berjalan menyusuri jalan setapak menuju sekolah dengan berjalan kaki bersama teman-teman sambil mengobrol di perjalanan menuju sekolah. Momen saat mengumpulkan uang receh, untuk membeli barang yang dinginkan, terkadang berjualan jajanan di kelas, saat itu aku masih ingat, berjualan kuwaci dan dengan rasa percaya diriku kutawarkan barang daganganku kepada teman-teman, seketika daganganku ludes. Sambil mengobrol di jam istirahat teman-temanku menikmati kuaci dan lupa membuang sampah bekas kuaci tersebut. Bel istirahatpun berbunyi menandakan jam istirahat selesai. namun saat itu teman-teman lupa membuang sampah bekas kuaci, pada akhirnya sampah kuaci berserakan. Guru galakku datang saat itu, seketika guruku bertolak pinggang sambil menanyakan sampah kuaci yang berserakan, semua terdiam dan serentak melihat kearahku dan menunjuk, sadar diri waktu itu memang aku yang berjualan di kelas, malang nasibku yqng ikut kena omelan guru tergalakku. Aaah kenangan itu masih teringat jelas dibenakku. Seketika teringat kenangan itu membuatku tersenyum sendiri dan berpikir bisa apa tidak berada di masa itu. Semua hanya kenangan manis semaca kecil.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

1 Komentar
.