Putri
2 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Bab 001 : PUTRI LILY..

Bab 001 : PUTRI LILY.. gambar oleh Putri
Di Istana Kerajaan Serigala. Lily merasa sangat bosan, pasalnya Ratu Mayleen selalu menyuruhnya pergi ke sekolah ilmu perang. Hanya itu-itu saja yang menjadi kegiatannya sehari-hari. Pagi belajar, siang belajar, dan malam pun harus belajar. Tentu saja rasa bosan mendekati putri cantik berambut putih itu. "Hah, apa-apaan sih Ibu ini? Tiap hari nyuruh belajar mulu. Aku kan bosan! Aku lebih suka berburu daripada harus membaca buku-buku. Belajar itu sangat membosankan." Sang Putri marah seraya keluar dari istana. Tapi sekarang dia terpaksa harus menuju ke sekolah perang yang terletak di bagian selatan sana. Ia tahu mengapa ibunya selalu menyuruhnya untuk mendalami ilmu perang. Karena, hanya dialah satu-satunya orang yang akan menggantikan posisi Ratu suatu hari nanti. Dia anak tunggal, dan ayahnya sudah lama meninggal. Sehingga pantas saja Sang Ratu Mayleen sangat ingin mendidiknya dengan keras. “Malas sekali pergi ke sekolah hari ini, ya!” Lily masih saja menggerutu, sambil menendang gundukan salju di sepanjang jalan. Hujan baru salju saja reda. Kini hanya gundukan putih yang merusak wilayah kerajaan ini. Meskipun udaranya sangat dingin, namun bangsa serigala sudah terbiasa dengannya. Lebih-lebih bulu-bulu tipis di sekujur tubuh mereka akan membantu menghangatkan badannya. “Putri Lily!” sapa Chen dari kejanggalan. Lily menoleh ke belakang, dan mendapati pengawal setianya yang baru saja datang. Sang Putri menghela napas. Ia tahu pengawalnya itu juga akan menyuruhnya pergi ke sekolah perang. “Hah, apa?” jawab Lily ketus seraya melipat kedua tangan. Chen pun tahu, kalau jawaban sang putri menandakan moodnya sedang tidak baik. Laki-laki itu sudah lama menemani Lily. “Hmm, pasti ratu menyuruhmu pergi ke sekolah perang lagi ya?” tanya Chen menebak. "Ya, tanpa aku harus menjelaskan kepadamu, tentu kamu sudah tahu jawabannya, kan? Tapi sekarang aku sedang malas. Bagaimana kalau kita berburu saja, Chen?" ucap Lily sambil kembali melangkah. Chen ketenangan kepala. Dia tahu apa yang akan terjadi kalau Ratu Mayleen sampai mengetahui putrinya tidak pergi ke sekolah. Bukan hanya putrinya saja yang akan mendapat hukuman, tapi dirinya juga. "Haduh, Putri Lily. Ayolah jangan melakukan sesuatu yang akan membuat Ratu Mayleen murka. Putri kan tahu, bagaimana kalau Ratu sudah marah besar?" Chen mencoba menasehati. Lily memang banyak tingkahnya. Dia tidak suka dengan peraturan kerajaan. Maka itu dia sering berbuat onar sampai membuat Ratu marah besar. Apalagi berbagai hukuman sudah pernah diberikan pada si Putri Bangsa Manusia Serigala itu, tapi tak membuat jera juga. “Aku tahu kalau ibu akan marah. Tapi biarlah, aku juga pengen punya kehidupan yang bebas. Jadi, kamu tidak perlu ngatur-ngatur seumur hidup, ya!” ucap perempuan dengan baju bercorak putih dan pernak-pernik permata itu. Lily memang cantik. Rambutnya terurai panjang berwarna putih selurunya. Di puncak kepala dia memakai mahkota kecil yang terbuat dari perak. Ada kepang di kedua samping rambutya. Tentu, siapa pun akan terpesona saat melihat kecantikan Lily, dan pastinya tidak akan menyangka bahwa dia sebenarnya adalah putri dari Kerajaan Serigala. Chen masih setia berdiri di belakang Lily. Dia curiga, Lily akan nekad melakukan hal yang dilarang Ratu Mayleen. “Tuan Putri, Anda harus pergi ke sekolah sekarang,” ucap Chen memohon, tidak ingin ada masalah di kemudian hari. “Iya, aku tahu!” kata Lily sambil terkekeh pelan. “Tapi bohong. Aku mau ke Hutan Sunyi saja untuk berburu, Chen!” bisik Lily pada pengawalnya. Mendengar bisikan itu mata Chen membelalak. Pasalnya Hutan Sunyi adalah wilayah teritori bebas, yang mana bangsa manusia juga akan mencari bahan pangan di sana. Padahal sejak dulu Bangsa Serigala dengan Bangsa Manusia tidak pernah akur, bahkan tak jarang saling membunuh jika sampai bertemu. “Tapi Hutan Sunyi adalah wilayah berbahaya, Putri. Bagaimana jika nanti kita bertemu dengan manusia—” “Hei, memang kenapa?” Lily tersenyum. “Rasanya tidak ada yang perlu ditakutkan dari bangsa manusia. Aku bahkan biasa mengintip kehidupan mereka, dan mestinya tidak ada yang keliru. Ah ... sudahlah, Chen, pokoknya aku sudah tidak sabar untuk mencekram mangsaku.” “Putri Lily, bukannya saya tidak mau mengantar Anda. Tapi masalahnya saya tidak mau membuat Ratu Mayleen marah lagi jika Anda tidak berangkat ke sekolah. Anda pasti bisa dihukum lagi jika sampai tertangkap oleh Aigo!” ujar Chen mencoba menasehati. Aigo adalah si tangan kanan Ratu Mayleen. Mendengar jawaban Chen membuat mimik Lily berubah. Mungkin pengawalnya itu sudah kapok dengan kelakuannya yang senang melanggar peraturan istana. “Tapi aku mau berburu, Chen! Ayo, temani aku!” ucap Lily kelihatan kesal. Matanya melotot, membuat pengawalnya itu merasa takut. Chen berjalan beberapa langkah ke depan. Sebenarnya ia hanya ingin menghindari si Putri yang menatapnya dengan mata melotot. “Mmm, Putri Lily, saya tahu kalau Putri senang sekali berburu. Hanya saja saya takut kalau Ratu Mayleen akan mengetahuinya,” ujar Chen khawatir. Lily mendekati pengawalnya. “Chen, ibu tidak akan tahu selama kamu nggak lapor kepadanya!” “Bagaimana dengan Aigo, Putri? Dia tangan kanan Sang Ratu yang tentunya akan terus memata-mataimu.” “Halah, Si Brengsek itu? Biarkan saja, nanti aku yang akan membereskannya,” ucap Lily percaya diri. “Tapi tetap saja, Putri. Saya tidak berani! Maaf...” Lily merasa sangat kesal sekarang. Namun, ia tetap tidak mau menyerah untuk membujuk pengawalnya itu berburu ke Hutan Sunyi. “Chen, kamu ini pengawalku atau pengawal Ratu Mayleen?” Lily melipat kedua tangan di depan dadanya. “Tentu saya pengawal Putri Lily. Bukannya sudah ada Aigo yang menjadi kepercayaan Ratu Mayleen?” jawab Chen. Lily tersenyum. “Ya sudah, berarti kamu harus menuruti perintahku bukan perintah Ratu Mayleen!” “Apa?” Kini Chen tak bisa berbuat apa-apa. Hanya percuma ia mencegah Lily untuk pergi berburu. "Bagaimana, Chen? Kamu mau menemaniku berburu ke Hutan Sunyi, kan?" ucap Lily tak menyerah guna membujuk. Chen masih diam untuk berpikir. Tentu ia tahu akan risiko yang besar jika menuruti keinginan Lily. "Chen, kamu tidak perlu khawatir. Kita tidak akan mengetahui kali ini. Lagi pula Ratu Mayleen sedang ada rapat bersama Aigo. Jadi, kita aman untuk pergi berburu sekarang!" "Hmm, begini saja. Kalau Putri mau daging babi biar nanti saya minta pelayan untuk menyiapkannya. Jadi, Putri tidak perlu repot-repot untuk pergi berburu sendiri," Chen mencoba memberi usulan pada majikannya. "Kalau kamu tidak mau menemaniku berburu. Aku bisa pergi sendiri tanpa harus ada kamu, Chen!" kata Lily dengan marah. Merasa tak peduli, Lily kemudian berjalan cepat menjauhi pengawalnya tersebut. Ia tidak peduli meski Chen terus saja memanggil namanya. "Agghrr ... sial, namun aku harus menjaganya. Tuan Putri, tunggu! Aku ikut!" Lily tersenyum. Lalu mereka berdua pergi ke Hutan Sunyi yang terkenal berbahaya itu! #Cerpen #ViewValid #SalingBantu #BantuKlik #SuportKreator #JelajahFoto #kreator_zoyalink
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

4 Komentar