Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
Apa Itu Lot Saham? Begini Cara Menghitung Modal Pembelian, Ternyata Mudah!
Kategori: Ekonomi, Saham & Investasi
Tanggal: 26 Oktober 2026
Ingin mulai investasi saham tetapi bingung ketika melihat istilah “1 lot”, “5 lot”, atau “10 lot” di aplikasi sekuritas?
Bagi investor pemula, istilah lot mungkin terdengar asing. Padahal, memahami lot saham sangat penting agar kita bisa menghitung berapa uang yang harus disiapkan sebelum membeli saham.
Menariknya, membeli saham tidak selalu membutuhkan modal jutaan rupiah. Besarnya modal bergantung pada harga saham dan jumlah lot yang dibeli.
Yuk, pahami cara menghitungnya!
1. Apa Itu Lot Saham?
Lot adalah satuan jumlah saham yang digunakan dalam transaksi perdagangan di bursa.
Di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), 1 lot sama dengan 100 lembar saham.
Artinya, jika seseorang membeli 1 lot saham suatu perusahaan, ia membeli 100 lembar saham perusahaan tersebut.
Jika membeli 5 lot, jumlah saham yang dimiliki adalah 500 lembar.
Lot digunakan untuk mempermudah standar transaksi saham di pasar reguler.
2. Mengapa Harga Saham Berbeda dengan Harga Satu Lot?
Harga saham yang terlihat pada aplikasi perdagangan umumnya menunjukkan harga per lembar, bukan harga per lot.
Misalnya, harga saham perusahaan ABC tercatat Rp1.000.
Angka tersebut berarti harga satu lembar saham adalah Rp1.000.
Karena satu lot terdiri atas 100 lembar, maka harga satu lot menjadi:
100 × Rp1.000 = Rp100.000
Jadi, investor perlu menyiapkan setidaknya Rp100.000 ditambah biaya transaksi untuk membeli satu lot saham tersebut.
3. Rumus Menghitung Modal Pembelian Saham
Cara menghitung modal pembelian saham sebenarnya cukup sederhana.
Modal dasar = Harga per lembar × 100 × Jumlah lot
Contohnya, Anda ingin membeli 3 lot saham dengan harga Rp800 per lembar.
Perhitungannya:
Rp800 × 100 × 3 = Rp240.000
Jadi, nilai pembelian saham tersebut adalah Rp240.000, belum termasuk biaya transaksi.
Perlu diingat, biaya pembelian dapat berbeda menurut ketentuan perusahaan sekuritas.
4. Contoh Modal untuk Membeli Saham
Agar lebih mudah dipahami, berikut ilustrasi nilai pembelian satu lot saham:
- Harga Rp200 per lembar: Rp20.000
- Harga Rp500 per lembar: Rp50.000
- Harga Rp1.000 per lembar: Rp100.000
- Harga Rp2.500 per lembar: Rp250.000
- Harga Rp5.000 per lembar: Rp500.000
Seluruh angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan harga saham tertentu pada hari ini.
Dari ilustrasi tersebut terlihat bahwa modal investasi bergantung pada harga saham yang dipilih.
5. Apakah Membeli Banyak Lot Berarti Keuntungan Lebih Besar?
Jumlah lot memengaruhi besarnya nilai investasi dan perubahan nominal keuntungan maupun kerugian.
Misalnya, investor membeli 1 lot saham seharga Rp1.000 per lembar.
Jika harga naik menjadi Rp1.100, keuntungan kotornya adalah Rp10.000 apabila saham dijual.
Jika investor membeli 5 lot pada harga yang sama, keuntungan kotornya menjadi Rp50.000.
Namun, ketika harga turun, potensi kerugian nominal juga menjadi lebih besar.
Karena itu, membeli banyak lot bukan jaminan mendapatkan keuntungan.
6. Tips Membeli Lot Saham untuk Pemula
Sebelum membeli saham, pastikan Anda memahami bisnis perusahaan, risiko investasi, dan jumlah dana yang tersedia.
Jangan memilih saham hanya karena harga per lembarnya murah.
Perhatikan pula biaya transaksi, kondisi keuangan perusahaan, dan tujuan investasi.
Gunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat.
Kesimpulan
Lot saham adalah satuan perdagangan yang membantu investor menentukan jumlah saham yang dibeli.
Dengan memahami bahwa satu lot di pasar reguler BEI berisi 100 lembar saham, investor pemula dapat menghitung kebutuhan modal secara lebih mudah.
Ingat, yang terpenting bukan berapa banyak lot yang dibeli, tetapi seberapa baik Anda memahami saham tersebut.
Kalau memiliki modal Rp100 ribu, apakah Anda tertarik mulai belajar membeli saham?
Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
---
Tagar:
#LotSaham #ApaItuLotSaham #BelajarSaham #SahamPemula #InvestasiSaham #ModalInvestasi #CaraBeliSaham #BursaEfekIndonesia #IHSG #LiterasiKeuangan #InvestorPemula #PasarModalIndonesia #Zoyalink
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan edukasi keuangan dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu.