Banyak peristiwa bersejarah meninggalkan catatan berupa tulisan, bangunan, atau benda-benda peningga... Lihat Selengkapnya
Banyak peristiwa bersejarah meninggalkan catatan berupa tulisan, bangunan, atau benda-benda peninggalan. Namun, ada satu kota kuno yang seolah berhenti tepat pada detik terakhir kehidupan warganya. Kota itu adalah Pompeii, sebuah kota Romawi yang terletak di dekat Gunung Vesuvius, Italia. Pada tahun 79 Masehi, letusan gunung berapi tersebut mengubah Pompeii menjadi kapsul waktu yang menyimpan gambaran kehidupan masyarakat Romawi hampir dua ribu tahun lalu.
Sebelum letusan terjadi, Pompeii merupakan kota yang ramai dengan rumah-rumah megah, pasar, tempat pemandian umum, teater, hingga jalan-jalan yang dipenuhi aktivitas perdagangan. Penduduknya menjalani kehidupan seperti biasa tanpa menyadari bahwa gunung yang berdiri tidak jauh dari kota sedang menyimpan kekuatan yang luar biasa. Ketika Vesuvius akhirnya meletus, abu vulkanik, batu panas, dan awan gas berkecepatan tinggi menyelimuti wilayah tersebut dalam waktu yang relatif singkat.
Banyak orang mengira kota ini hancur karena tertutup lahar cair. Faktanya, sebagian besar korban meninggal akibat aliran awan panas yang suhunya mencapai ratusan derajat Celsius. Abu vulkanik kemudian terus menumpuk hingga mengubur bangunan, jalan, perabot rumah, bahkan tubuh manusia. Justru karena tertutup lapisan abu inilah banyak benda berhasil terlindungi dari kerusakan selama berabad-abad. Saat para arkeolog mulai melakukan penggalian pada abad ke-18, mereka menemukan rumah, lukisan dinding, peralatan dapur, toko, hingga tulisan di tembok yang masih dapat dipelajari.
Salah satu penemuan paling terkenal adalah cetakan tubuh para korban. Ketika tubuh manusia telah membusuk, rongga yang tertinggal di dalam lapisan abu diisi dengan gips oleh para arkeolog. Hasilnya adalah bentuk tubuh para korban pada saat-saat terakhir mereka, lengkap dengan posisi tangan, wajah, bahkan ekspresi tubuh. Penemuan ini memberikan gambaran yang sangat nyata tentang dahsyatnya bencana yang terjadi hampir dua ribu tahun lalu.
Pompeii kini menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di dunia. Para sejarawan mempelajari kota ini untuk memahami kehidupan masyarakat Romawi, mulai dari arsitektur, sistem sanitasi, kebiasaan makan, perdagangan, hingga seni. Tidak banyak kota kuno yang mampu memberikan informasi sedetail Pompeii karena sebagian besar bangunannya masih mempertahankan tata letak aslinya.
Kisah Pompeii mengingatkan kita bahwa sejarah tidak hanya berisi kisah kerajaan atau peperangan, tetapi juga kehidupan sehari-hari manusia biasa. Berkat pengawetan alami akibat letusan Gunung Vesuvius, dunia modern dapat melihat bagaimana sebuah kota berkembang, hidup, lalu tiba-tiba berhenti dalam hitungan kurang dari dua hari. Hingga kini, Pompeii tetap menjadi salah satu jendela terbaik untuk memahami kehidupan pada masa Kekaisaran Romawi.
Suka nulis artikel, cerita? atau sekadar unggah gambar dan video?
Gabung di Zoyalink sekarang!
ZOYALINK adalah platform untuk berbagi cerita, gambar, dan video. Kami percaya setiap karya pantas dilihat banyak orang. Untuk mendukung kreator aktif, kami menghadirkan Program Kreator.