Zoyalink
Darmin Darwis (@rian-hidayat) - Zoyalink
Darmin Darwis Zoyalink
Darmin Darwis Zoyalink

Darmin Darwis

@rian-hidayat |
Aktif 5 jam yang lalu
Inilah saya
Manager di CV Masagena
Laki-laki
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bergabung sejak Oktober 2026
Advertisement Advertisement
13 jam yang lalu

Nasehat Ulama

Gambar Nasehat Ulama kategori Umum dipublikasikan oleh Darmin Darwis di Zoyalink
0
0
0
13 jam yang lalu

Trik Menghadapi Rezeki Orang Lain. Nasihat Ini Menyentuh Akar Dari Salah Satu

Penyakit Hati Paling Subtil Dan merusak: hasad (dengki) yang menyamar sebagai keluhan nasib.

Pertanyaan "kapan giliranku?" sepintas terdengar wajar dan manusiawi, seolah hanya ekspresi harapan atau doa yang tertunda. Namun, para ulama pensuci jiwa (tazkiyatun nafs) melihat jauh lebih dalam ke balik tirai motif batiniah. Ketika pertanyaan itu lahir dari rasa sesak, kecut, atau gelisah saat melihat orang lain menerima kelapangan, fokusnya bukan lagi tentang berharap kepada Allah, melainkan ketidaknyamanan melihat kenikmatan itu jatuh ke tangan orang lain.

Ada beberapa lapisan renungan tajam di balik anjuran untuk membalik arah pertanyaan tersebut:

1. Menggugat Kebijaksanaan Pembagian Takdir (Al-Qasamah)

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' 'Ulumiddin membedah hakikat hasad secara radikal. Hasad pada intinya bukan sekadar persaingan antarmakhluk, melainkan protes terselubung terhadap ketetapan Allah. Ketika seseorang merasa terganggu oleh nikmat yang diterima saudaranya, batinnya secara tidak sadar sedang berkata: "Ya Allah, Engkau salah alamat. Kenapa nikmat itu ditaruh di tangannya, bukan di tanganku?" Bertanya "mengapa nikmatnya membuat hatiku gelisah?" adalah langkah awal untuk menyadarkan diri bahwa ego kita sedang lancang menolak peran Allah sebagai Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Al-Hakim (Maha Bijaksana).

2. Membedakan antara Ghibthah dan Hasad

Islam membedakan dengan tegas antara dua respon batin:

Ghibthah: Melihat orang lain mendapat nikmat, lalu turut bahagia mendoakannya dan termotivasi memohon kebaikan serupa kepada Allah tanpa terbersit sedikit pun rasa sesak atau ingin nikmat orang itu berkurang.

Hasad: Merasa dada menyempit, membandingkan diri secara getir, dan menganggap nikmat orang lain sebagai pengurang jatah rezeki pribadinya.

Pertanyaan "mengapa hatiku gelisah?" berfungsi sebagai pisau bedah untuk mendiagnosis apakah yang bergetar di dalam dada adalah ghibthah yang bersih atau racun hasad yang pekat.

3. Ilusi bahwa Rezeki adalah Permainan Zero-Sum

Kegelisahan melihat orang lain sukses sering kali berakar pada sindrom kelangkaan (scarcity mindset)—anggapan keliru bahwa perbendaharaan rezeki itu terbatas, sehingga jika orang lain mengambil bagiannya, jatah kita akan berkurang. Ibnul Qayyim sering mengingatkan bahwa khazanah kekayaan Allah melampaui langit dan bumi, tidak berkurang sedikit pun meski Dia mencukupi kebutuhan seluruh makhluk-Nya sekaligus. Rezeki orang lain tidak pernah mengurangi hak rezekimu, sebagaimana matahari yang menyinari rumah tetangga tidak mengurangi sedikit pun cahaya yang jatuh di teras rumahmu.

4. Mengubah Cermin Kecemburuan Menjadi Ruang Tobat

Orang yang matang secara spiritual tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai panggung perbandingan sosial, melainkan sebagai cermin untuk memeriksa penyakit batinnya sendiri. Mengakui bahwa hati kita merasa iri atau dengki menuntut kerendahan hati yang sangat besar. Namun, justru pengakuan jujur itulah yang menyelamatkan jiwa: dari sibuk mengawasi neraca hidup orang lain menjadi bersujud memohon agar dada disembuhkan dari kotoran dengki.

Ketika melihat orang lain menerima karunia yang kita idamkan, penawarnya bukanlah memelototi keberuntungan mereka, melainkan melatih lisan mendoakan keberkahan baginya (barakallahu laka) sambil menenangkan hati: bahwa apa yang tertulis untukmu tidak akan pernah salah alamat, dan apa yang melewatimu memang bukan ditakdirkan untuk menjadi milikmu.
0
0
0
13 jam yang lalu

Ramai Tapi Hampa? Ibnul Qayyim Membedah Tujuh Hal Yang Ada Di Dalam Hati

Gambar Ramai Tapi Hampa? Ibnul Qayyim Membedah Tujuh Hal Yang Ada Di Dalam Hati kategori Umum dipublikasikan oleh Darmin Darwis di Zoyalink
0
0
0
1 hari yang lalu

Jangan Gampang Emosi! Pesan Menohok Arya Wedakarna Untuk Ria Ricis & Billy

Gambar Jangan Gampang Emosi! Pesan Menohok Arya Wedakarna Untuk Ria Ricis & Billy kategori Umum dipublikasikan oleh Darmin Darwis di Zoyalink
0
0
1
Fullscreen Media
Bagikan Akun
Batal Mengikuti

Apakah Anda yakin ingin berhenti mengikuti akun ini?

Blokir Akun

Apakah Anda yakin ingin memblokir akun ini?

Menu Post
Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini?