Edukasi
4 jam yang lalu
Quranku Studio
@quranku-studio
|
Aktif 1 jam yang lalu
Berbagi kebaikan
Laki-laki
17 Oktober 1999
Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia
Bergabung sejak Oktober 2026
Tutorial
6 jam yang lalu
#Resepayamgoreng
Sejarah
11 jam yang lalu
Pernahkah Kita Bertanya,
10 tahun setelah lulus nanti, kita akan menjadi apa?
Dulu, kita mungkin tidak pernah benar-benar memikirkan jawabannya.
Kita hanya menjalani hari-hari yang ada
duduk di hadapan guru,
membaca halaman demi halaman,
mengulang hafalan,
menuntaskan pelajaran,
dan tumbuh bersama di tempat yang sama.
Kita belum tahu
ke mana kehidupan akan membawa kita.
Belum tahu akan menjadi siapa.
Belum tahu akan berdiri di mana.
Belum tahu jalan mana yang akan kita tempuh.
Namun tanpa kita sadari,
di sepanjang perjalanan itu,
ada begitu banyak hal yang sedang ditanamkan.
Ilmu dari guru.
Doa dari orang tua.
Adab yang diajarkan.
Dan kenangan yang kelak menjadi bagian dari siapa diri kita.
Hari ini, ketika waktu telah membawa kita jauh dari hari-hari itu,
mungkin baru kita mengerti:
Madrasah tidak pernah sekadar mempersiapkan kita untuk lulus.
Ia mempersiapkan kita untuk menjalani kehidupan.
Karena ijazah hanya menandai
bahwa satu tahap telah selesai.
Sedangkan kehidupan baru saja dimulai.
Dan 13 tahun perjalanan Madrasah ini akhirnya membawa kita pada satu pertanyaan:
Untuk apa ilmu yang pernah kita pelajari?
Untuk apa nasihat yang pernah kita dengar?
Untuk apa doa yang pernah mengiringi setiap langkah?
Sebab kelak, bukan lagi madrasah yang menguji kita.
Kehidupanlah yang akan bertanya.
Apakah ilmu itu menjadi adab?
Apakah hafalan itu menjadi cahaya?
Apakah ilmu itu tumbuh menjadi amal,
karya, dan manfaat?
Maka hari ini, kita tidak sedang merayakan sebuah akhir.
Kita sedang menoleh sejenak,
melihat perjalanan yang telah dilalui,
menundukkan kepala dalam syukur,
dan mengingat mereka yang membuat perjalanan ini berarti.
Guru yang membimbing.
Orang tua yang mendoakan.
Dan Allah yang telah mengizinkan kita sampai di titik ini.
HIDZAQAH MADRASAH AL FATIH 2026
Saatnya Ilmu Diuji dan Disyukuri.
https://www.instagram.com/p/DeHVWtzibjk/?img_index=2&stkn=MXRsbG5jaTR0OWdhZA==
Dulu, kita mungkin tidak pernah benar-benar memikirkan jawabannya.
Kita hanya menjalani hari-hari yang ada
duduk di hadapan guru,
membaca halaman demi halaman,
mengulang hafalan,
menuntaskan pelajaran,
dan tumbuh bersama di tempat yang sama.
Kita belum tahu
ke mana kehidupan akan membawa kita.
Belum tahu akan menjadi siapa.
Belum tahu akan berdiri di mana.
Belum tahu jalan mana yang akan kita tempuh.
Namun tanpa kita sadari,
di sepanjang perjalanan itu,
ada begitu banyak hal yang sedang ditanamkan.
Ilmu dari guru.
Doa dari orang tua.
Adab yang diajarkan.
Dan kenangan yang kelak menjadi bagian dari siapa diri kita.
Hari ini, ketika waktu telah membawa kita jauh dari hari-hari itu,
mungkin baru kita mengerti:
Madrasah tidak pernah sekadar mempersiapkan kita untuk lulus.
Ia mempersiapkan kita untuk menjalani kehidupan.
Karena ijazah hanya menandai
bahwa satu tahap telah selesai.
Sedangkan kehidupan baru saja dimulai.
Dan 13 tahun perjalanan Madrasah ini akhirnya membawa kita pada satu pertanyaan:
Untuk apa ilmu yang pernah kita pelajari?
Untuk apa nasihat yang pernah kita dengar?
Untuk apa doa yang pernah mengiringi setiap langkah?
Sebab kelak, bukan lagi madrasah yang menguji kita.
Kehidupanlah yang akan bertanya.
Apakah ilmu itu menjadi adab?
Apakah hafalan itu menjadi cahaya?
Apakah ilmu itu tumbuh menjadi amal,
karya, dan manfaat?
Maka hari ini, kita tidak sedang merayakan sebuah akhir.
Kita sedang menoleh sejenak,
melihat perjalanan yang telah dilalui,
menundukkan kepala dalam syukur,
dan mengingat mereka yang membuat perjalanan ini berarti.
Guru yang membimbing.
Orang tua yang mendoakan.
Dan Allah yang telah mengizinkan kita sampai di titik ini.
HIDZAQAH MADRASAH AL FATIH 2026
Saatnya Ilmu Diuji dan Disyukuri.
https://www.instagram.com/p/DeHVWtzibjk/?img_index=2&stkn=MXRsbG5jaTR0OWdhZA==
Sejarah
11 jam yang lalu