Zoyalink
Linux Satu (@linux-satu) - Zoyalink
Linux Satu Zoyalink
Linux Satu Zoyalink

Linux Satu

@linux-satu |
Aktif 7 Menit yang lalu
Humoris
Laki-laki 05 Juli 1999
Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia
Bergabung sejak Oktober 2026
Advertisement Advertisement
6 menit yang lalu

Momen Menggelitik Mewarnai Sesi Interview Paska Kemenangan RRQ Hoshi Pada Laga

Gambar Momen Menggelitik Mewarnai Sesi Interview Paska Kemenangan RRQ Hoshi Pada Laga kategori Berita dipublikasikan oleh Linux Satu di Zoyalink
0
0
0
15 menit yang lalu

BSU 2026 Cair Rp900.000, Tapi Sudah Bisa Dicek Belum?

Gambar BSU 2026 Cair Rp900.000, Tapi Sudah Bisa Dicek Belum? kategori Berita dipublikasikan oleh Linux Satu di Zoyalink
0
0
0
41 menit yang lalu

Kenapa Kutu Kemaluan Beda Banget Sama Kutu Rambut?

Gambar Kenapa Kutu Kemaluan Beda Banget Sama Kutu Rambut? kategori Berita dipublikasikan oleh Linux Satu di Zoyalink
0
0
0
54 menit yang lalu

Gelombang Amarah Dan Keprihatinan Membuncah Di Depan Pintu SDN 1 Kebondalem,

Pemalang. Ratusan warga bersama para orang tua murid berbondong-bondong mendatangi sekolah tersebut untuk menyuarakan protes keras.

Mereka menuntut keadilan mutlak atas tewasnya Aqib (7), seorang bocah polos kelas 2 SD yang meregang nyawa akibat diduga menjadi korban pervndvngan (bvllying) dan kekerasan fisik oleh kakak kelasnya sendiri.

Suasana di lokasi penuntutan keadilan berjalan penuh ketegangan dan rasa cemas.

Bagi para orang tua, insiden tragis yang menimpa Aqib adalah puncak dari gunung es masalah kekerasan di lingkungan sekolah tersebut.

Beberapa wali murid secara terbuka membeberkan pengalaman pahit anak-anak mereka yang kerap menjadi korban pemalakan uang saku hingga pengani*yaan oleh murid kelas senior.

Keresahan ini membuat warga meradang, sebab tindak pervndvngan yang semula dianggap angin lalu kini justru terbukti menelan korban jiwa.

Melihat gejolak massa yang kian memanas, Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, mendatangi lokasi pada pukul 10.10 WIB untuk menemui perwakilan orang tua dan menggelar audiensi tertutup selama satu jam lebih.

Dalam kesempatan tersebut, Nurkholes secara tegas menumpahkan kekecewaannya.

Ia menyoroti dugaan kuat adanya pihak-pihak yang mencoba memanipulasi fakta dan menutup-nutupi kejadian sebenarnya, bahkan menyayangkan adanya indikasi anak-anak diajarkan untuk berbohong.

Warga pun mendesak agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi, demi memastikan keadilan bagi almarhum Aqib dan keselamatan anak-anak lain di sekolah.
0
0
0
Fullscreen Media
Bagikan Akun
Batal Mengikuti

Apakah Anda yakin ingin berhenti mengikuti akun ini?

Blokir Akun

Apakah Anda yakin ingin memblokir akun ini?

Menu Post
Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini?