Gelar sarjana memang tidak otomatis menjamin pekerjaan. Banyak lulusan memiliki ijazah, tetapi belum... Lihat Selengkapnya
Gelar sarjana memang tidak otomatis menjamin pekerjaan. Banyak lulusan memiliki ijazah, tetapi belum mempunyai pengalaman praktis, portofolio, kemampuan komunikasi, atau skill teknis yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pencari kerja. Kalau lapangan pekerjaan berkualitas tumbuh lebih lambat daripada jumlah lulusan baru, persaingan pasti semakin ketat. Akhirnya ada lulusan yang bekerja tidak sesuai bidang, menerima gaji rendah, atau memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang dianggap sesuai.
Menurut saya, mahasiswa sebaiknya mulai memikirkan skill dan pengalaman sejak sebelum lulus. Magang, freelance, organisasi, proyek pribadi, sertifikasi, atau membangun portofolio bisa menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
Pendidikan juga perlu lebih dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan. Tidak semua mahasiswa harus diarahkan menjadi pekerja kantoran. Skill digital, kewirausahaan, pekerjaan kreatif, teknologi, dan berbagai profesi baru juga bisa menjadi pilihan selama memang memiliki pasar.
Yang tidak kalah penting, masyarakat perlu mengubah cara pandang bahwa sukses setelah kuliah harus selalu berarti mendapatkan pekerjaan kantoran. Ada orang yang justru membangun usaha kecil, menjadi freelancer, membuat konten, atau menjual keahlian sendiri.
Misalnya, seseorang yang punya kemampuan menulis, desain, fotografi, atau video bisa mulai membangun portofolio dan membagikan hasil pekerjaannya di internet, termasuk melalui platform seperti ZOYALINK. Mungkin awalnya bukan sumber penghasilan utama, tetapi bisa menjadi rekam jejak kemampuan yang berguna untuk mencari klien atau peluang lain.
Jadi, menurut saya masalah jutaan sarjana menganggur harus dilihat dari dua sisi: bagaimana lulusan meningkatkan kemampuan yang relevan, dan bagaimana ekonomi menciptakan lebih banyak pekerjaan yang produktif dan layak. Menyalahkan salah satu pihak saja tidak akan menyelesaikan masalah.