Giethoorn di Belanda sering dijuluki sebagai "desa tanpa jalan" karena sebagian besar wilayahnya tid... Lihat Selengkapnya
Giethoorn di Belanda sering dijuluki sebagai "desa tanpa jalan" karena sebagian besar wilayahnya tidak memiliki jalan raya seperti kota pada umumnya. Sebagai gantinya, kanal-kanal air menjadi jalur utama transportasi bagi penduduk setempat untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain.
Banyak rumah di Giethoorn terhubung melalui jembatan kecil dan jalur pejalan kaki, sementara perahu digunakan layaknya mobil di daerah lain. Penduduk memanfaatkan perahu untuk bekerja, berbelanja, mengangkut barang, hingga aktivitas sehari-hari lainnya.
Desa ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan aktivitas penggalian gambut pada abad pertengahan. Lubang-lubang bekas penggalian tersebut kemudian terisi air dan membentuk jaringan kanal yang terus berkembang hingga menjadi ciri khas Giethoorn saat ini.
Karena minim kendaraan bermotor, suasana di Giethoorn terkenal sangat tenang. Banyak wisatawan datang untuk menikmati pemandangan rumah-rumah tradisional beratap jerami, menyusuri kanal dengan perahu, atau merasakan suasana desa yang berbeda dari kebanyakan tempat di dunia.
Keunikan sistem transportasi tersebut membuat Giethoorn sering disebut sebagai salah satu desa paling indah dan paling damai di Eropa. Meskipun terlihat seperti lokasi dalam cerita dongeng, desa ini merupakan tempat tinggal nyata yang masih dihuni dan berfungsi seperti komunitas modern pada umumnya.
Giethoorn menjadi contoh menarik bahwa manusia dapat beradaptasi dengan lingkungan alam dengan cara yang berbeda. Di saat sebagian besar kota berkembang di sekitar jalan raya, desa ini justru berkembang dengan kanal sebagai pusat kehidupan masyarakatnya.