Danau Hillier di Australia tampak seperti hasil rekayasa digital karena airnya berwarna merah muda c... Lihat Selengkapnya
Danau Hillier di Australia tampak seperti hasil rekayasa digital karena airnya berwarna merah muda cerah sepanjang tahun. Warna unik tersebut bukan berasal dari pewarna buatan, melainkan dari kombinasi mikroorganisme, alga, dan kadar garam yang sangat tinggi di dalam danau.
Salah satu organisme yang berperan adalah alga *Dunaliella salina*, yang menghasilkan pigmen merah-oranye sebagai perlindungan terhadap sinar matahari dan kadar garam ekstrem. Selain itu, bakteri halofilik yang hidup di lingkungan asin juga ikut memberikan kontribusi terhadap warna khas danau tersebut.
Hal yang menarik, warna merah muda Danau Hillier tetap terlihat meskipun airnya diambil ke dalam wadah. Artinya, warna tersebut bukan sekadar efek pantulan cahaya atau langit, melainkan benar-benar berasal dari komposisi alami air dan mikroorganisme di dalamnya.
Danau ini memiliki panjang sekitar 600 meter dan berada di Middle Island, pulau terbesar di Kepulauan Recherche, Australia Barat. Karena lokasinya cukup terpencil, sebagian besar wisatawan menikmati pemandangan Danau Hillier dari udara menggunakan pesawat kecil atau helikopter.
Para ilmuwan telah mempelajari danau ini selama bertahun-tahun untuk memahami ekosistem unik yang mampu bertahan dalam kadar garam yang jauh lebih tinggi dibandingkan air laut. Penelitian tersebut juga membantu mengembangkan pemahaman mengenai organisme ekstrem yang hidup di lingkungan yang sangat keras.
Keunikan Danau Hillier menjadi salah satu contoh bahwa alam masih menyimpan banyak fenomena yang tampak tidak masuk akal, tetapi dapat dijelaskan melalui proses ilmiah. Warna merah mudanya tetap menjadi daya tarik yang memikat wisatawan dan peneliti dari berbagai negara.