Tulisan Cuneiform Mesopotamia: Peninggalan Sabak Tanah Liat Tertua di Dunia
Tulisan Cuneiform adalah sistem penulisan tertua yang diketahui dalam sejarah manusia. Sistem ini per... Lihat selengkapnya
Tulisan Cuneiform Mesopotamia: Peninggalan Sabak Tanah Liat Tertua di Dunia
Tulisan Cuneiform adalah sistem penulisan tertua yang diketahui dalam sejarah manusia. Sistem ini pertama kali dikembangkan oleh peradaban Sumeria di Mesopotamia sekitar tahun 3400 SM. Selanjutnya tulisan ini digunakan oleh bangsa Akkadia, Babilonia, Asyur, dan Het selama lebih dari tiga ribu tahun.
Nama Cuneiform berasal dari bahasa Latin cuneus yang berarti baji. Penamaan ini merujuk pada bentuk goresan khas menyerupai paku yang dihasilkan ketika stylus dari bambu atau tulang ditekan ke tanah liat basah.
Sabak Tanah Liat Sebagai Media Tulis
Berbeda dengan Mesir yang menggunakan papirus, masyarakat Mesopotamia menggunakan tanah liat sebagai media utama. Tanah liat dipilih karena mudah didapat dan tahan lama.
Proses pembuatannya dimulai dengan membentuk tanah liat menjadi lempengan tipis. Setelah itu juru tulis menulis dengan menekan ujung stylus sehingga menghasilkan goresan berbentuk baji. Sabak yang sudah selesai kemudian dijemur di bawah matahari atau dibakar dalam tungku agar lebih awet. Teknik ini membuat ribuan sabak bertahan hingga ribuan tahun dan menjadi bukti penting peradaban kuno.
Isi Rekaman pada Sabak Cuneiform
Isi sabak cuneiform sangat beragam. Berdasarkan penelitian arkeologi, sebagian besar sabak berisi catatan kehidupan sehari-hari, bukan teks keagamaan. Beberapa jenis isi utama adalah:
Rekaman transaksi dagang. Mencakup daftar jual beli gandum, minyak, ternak, budak, dan logam. Terdapat juga kontrak, surat utang, dan perjanjian kerja.
Hukum. Contoh paling terkenal adalah Kode Hammurabi dari Babilonia yang berisi 282 pasal tentang hukum pidana, perdata, dan dagang.
Surat pribadi. Ditemukan surat antar pedagang, keluhan kepada pemasok, dan komunikasi keluarga. Salah satu yang terkenal adalah surat keluhan kepada pedagang tembaga bernama Ea-nasir.
Sastra dan ilmu pengetahuan. Meliputi Epos Gilgamesh, mitos penciptaan, tabel matematika, daftar kata, catatan astronomi, dan resep pengobatan.
Administrasi negara. Berisi catatan pajak, distribusi makanan, daftar pekerja, dan inventaris kuil.
Evolusi dan Kompleksitas Tulisan
Pada tahap awal cuneiform berbentuk piktograf, yaitu gambar sederhana yang mewakili benda. Seiring waktu bentuknya disederhanakan menjadi simbol abstrak. Satu simbol dapat mewakili kata, suku kata, atau bunyi tertentu.
Pada masa kejayaannya terdapat sekitar 600 sampai 1000 tanda berbeda. Untuk menguasai sistem ini, seseorang harus menempuh pendidikan khusus di rumah tablet selama bertahun-tahun. Karena itu juru tulis memiliki kedudukan penting dalam masyarakat Mesopotamia.
Status Hak Cipta
Peninggalan sabak cuneiform sepenuhnya berada di domain publik. Karya ini dibuat lebih dari empat ribu tahun lalu sehingga tidak termasuk dalam perlindungan hak cipta.
Siapa pun dapat memotret, memindai, menerjemahkan, dan mempublikasikan sabak tanpa memerlukan izin. Hak cipta hanya dapat berlaku pada foto modern berkualitas tinggi atau terjemahan baru yang dibuat oleh peneliti, bukan pada benda aslinya.
Tempat Penyimpanan dan Digitalisasi
Koleksi sabak cuneiform terbesar saat ini tersimpan di British Museum London, Louvre Paris, Pergamon Museum Berlin, dan Iraq Museum Baghdad.
Untuk memperluas akses, banyak lembaga melakukan digitalisasi. Cuneiform Digital Library Initiative merupakan salah satu arsip digital terbesar yang menyediakan foto dan transliterasi puluhan ribu sabak secara gratis.
Kesimpulan
Tulisan Cuneiform di atas sabak tanah liat merupakan tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia. Melalui media sederhana ini, orang Mesopotamia mencatat transaksi dagang, hukum, sastra, hingga surat pribadi.
Karena usianya yang sangat tua, peninggalan ini bebas hak cipta dan menjadi milik bersama umat manusia. Cuneiform menunjukkan bahwa kebutuhan manusia untuk mencatat dan berkomunikasi telah ada sejak awal peradaban, dan sebagian besar isinya masih relevan hingga sekarang.
Tulisan Cuneiform Mesopotamia: Peninggalan Sabak Tanah Liat Tertua di Dunia
Tulisan Cuneiform adalah sistem penulisan tertua yang diketahui dalam sejarah manusia. Sistem ini per... Lihat selengkapnya
Tulisan Cuneiform adalah sistem penulisan tertua yang diketahui dalam sejarah manusia. Sistem ini per... Lihat selengkapnya