China ketar-ketir! Prabowo: Kalau Kita Tak Bisa Tentukan Harganya, Biarkan Nikel dan Emas Tetap Dida... Lihat Selengkapnya
China ketar-ketir! Prabowo: Kalau Kita Tak Bisa Tentukan Harganya, Biarkan Nikel dan Emas Tetap Didalam Tanah!
Selamat hari ini bro dan sist semua dan semoga baik-baik saja keadaannya, wah sebentar lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81 nih bro n sist, tentunya kita wajib merayakannya walaupun sekedar hanya bersyukur, karena berkat limpah rahmat tuhan yang maha kuasa dan disertai keinginan yang luhur, maka Republik Indonesia tetap berdiri hingga saat ini.
Indonesia ini negeri yang luar biasa, kaya akan suku bangsa dan budaya, tanah subur laut melimpah kekayaan hayati serta sumber daya alam laut. Begitu pula dengan daratannya, 17.370 pulau dengan puluhan bahkan ratusan barang tambang mineral, dalam hal ini mungkin pertemuan beberapa lempeng tektonik atau disebut jalur ring of fire sangat mempengaruhi.
Jadi sekalipun itu bentuknya musibah seperti terjadinya letusan gunung berapi di Indonesia, itu pun sebenarnya bisa dikatakan juga anugerah, saking luar biasanya Indonesia bro n sist. Dan karena banyaknya SDA kita, maka kita pun mengekspornya untuk bisa bikin kita makmur.
Cita-citanya biar negara dan masyarakat Indonesia kaya raya lagi makmur, tapi nyatanya berlimpah ruah barang tambang yang diekspor malah dari tahun ke tahun tetap nggak makmur makmur, bayangkan saja untuk satu jenis barang tambang, semisal batubara itu Indonesia nilai ekspornya mencapai 390,93 juta ton cuma di tahun 2025, tapi keadaan negara dan masyarakatnya tetap gini-gini aja.
Mungkin itu karena banyak faktor, dari praktik penyelewengan seperti under invoicing sampai harganya terlalu murah. Untuk itu dalam satu kesempatan, Prabowo berniat untuk membuat penyelenggaraan bursa mineral dan komoditas pada 1 Januari 2027.
Ini karena menurut Prabowo nggak masuk akal karena kita yang produksi komoditas strategis dunia, tapi malah negara lain yang menentukan harganya, semisal kelapa sawit ditentukan Malaysia dan Belanda, nikel dan kobalt oleh China dan bahkan sampai batubara pun ditentukan oleh China padahal mereka termasuk dalam konsumen terbesar di dunia yang mengharuskan impor batubara.
“Kalau mereka tidak mau bayar harga yang kita pasang, nggak usah beli,”
“Lebih baik komoditas itu, nikel itu, timah itu, emas itu semuanya ada di tanah untuk anak cucu kita,”
Itulah ungkapan yang sangat tegas dari Prabowo mengamati fenomena yang tidak menguntungkan Indonesia itu, yang seharusnya kita produsen dan yang mempunyai barang, eh yang beli malahan yang menentukan harganya. Kalau model dagang kayak gitu mah bukan cuma pembeli adalah raja lagi namanya, tapi diatas raja.
Jadi Prabowo ingin komoditas ekspor kita ditentukan nilainya oleh kita sendiri bukan oleh orang lain, negara lain atau lembaga di luar negeri. Prabowo seperti diungkap oleh media Tirto (14/8) tersebut pun melanjutkan bahwa bukan cuma sawit dan batubara, tapi semuanya seperti gas dan minyak bumi dan yang lainnya, Indonesia nggak perlu buru-buru menjual kalau harganya nggak menguntungkan.
Wah sangat berani dan punya mental untuk berjuang untuk mandiri dan untuk memperkaya bangsa ya bro n sist, agar kita tidak terus-menerus dibodohi. Patut kita dukung rencana baik Prabowo biar jadi dan berjalan dengan baik.